Festival musik bersahabat belum menjadi prioritas Pemkot Palu

id PMEKOT PALU,DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA,FESTIVAL MUSIK BERSAHABAT

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palu, Goenawan S.STP (ANTARA/Muhammad Hajiji)

Palu (ANTARA) - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palu, Sulawesi Tengah, Goenawan, mengemukakan bahwa usulan terkait pelaksanaan Festival Musik Bersabahat (FMB) yang sebelumnya direncanakan akan di gelar pada September 2019, bukanlah kegiatan prioritas Pemerintah Kota Palu.

Hal itu karena Pemerintah Kota Palu fokus terhadap penanggulangan untuk pemulihan kondisi daerah dan taraf hidup masyarakat korban bencana gempa, tsunami dan likuefaksi yang kini berada di lokasi pengungsian.

"Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Palu, sesuai dengan instruksi Wali Kota Palu bahwa, semua anggaran fokus pada penanggulangan untuk pemulihan pascabencana 28 September 2018," ucap Plt Kepala Disbudpar Palu, Goenawan, di Palu, Senin.

Baca juga: Mendikbud puji Kota Palu sebagai pelopor musik perkusi di Indonesia

Goenawan menerangkan berdasarkan asistensi yang di laksanakan oleh Pemkot Palu, dalam hal ini Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Palu, melibatkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dengan hasil bahwa usulan anggaran senilai Rp800 juta untuk pelaksanaan FMB tahun 2019, belum di akomodir oleh TAPD.

"Ini karena Pemkot Palu berkeinginan orientasi dari anggaran semua mengarah pada pemulihan dan pemberdayaan masyarakat pascabencana gempa, tsunami dan likuefaksi," ujar Goenawan.

Namun demikian, rencana untuk melaksanakan FMB tetap di upayakan terlaksana dengan melibatkan pihak ke tiga, sponsor dan pelaku usaha. "Jadi, anggarannya nanti akan bersifat swadaya. Maksudnya, kami dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dengan Komunitas Pemusik Jalanan Palu akan membuat proposal untuk menjalin kerja sama dengan pihak-pihak yang dapat menjadi sponsor dan para pelaku usaha," katanya.

Baca juga: Pemkot Palu berencana gandeng IPEMI berdayakan pelaku usaha mikro pascabencana

Goenawan menguraikan, pihak-pihak yang di perkirakan dapat membantu untuk terlaksananya kegiatan tersebut, misalkan dari perbankan, industri perhotelan, pelaku usaha ekonomi menengah ke atas dan sebagainya.

Pemerintah menginginkan agar kegiatan FMB menjadi kegiatan bersama, kegiatan semua komponen masyarakat di Kota Palu, yang sekaligus menjadi simbol kebangkitan setelah bencana gempa, tsunami dan likuefaksi. "Kami sangat menginginkan adanya tawaran, masukan, ide dan gagasan dari semua komponen masyarakat yang ada di Kota Palu terkait dengan kegiatan FMB. Karena, substansi dari kegiatan ini ialah membangun pesan kebersamaan," imbuhnya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palu menginginkan semua komponen masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi seni, organisasi pecinta alam dan lingkungan, organisasi keagamaan dapat terlibat secara-secara bersama-sama menyukseskan kegiatan tersebut.

Baca juga: Jembatan Palu V mulai dibangun, akan habiskan dana Rp59 miliar

 
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar