Ekspedisi NKRi Petakan Daerah Rawan Bencana

id tim, ekspedisi, nkri

Pemimpin Tim Ekspedisi Kol. Inf. Saleh Mustafa memberikan keterangan pers di Palu, Jumat (8/2) (ANTARANews/Riski Maruto)

...kalau daerah tersebut bisa dipetakan dengan baik maka korban jiwa maupun materi dapat dikurangi.
Palu (antarasulteng.com) - Tim Ekspedisi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 2013 Koridor Sulawesi akan memetakan daerah rawan bencana di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Bupati Sigi Aswadin Randalembah di Sigi, Senin mengatakan pemetaan daerah rawan bencana itu akan dibantu oleh tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi.

"Tim itu akan menunjukkan secara umum daerah rawan bencana kemudian akan dipetakan bersama-sama," katanya.

Tim Ekspedisi NKRI 2013 Subkorwil Kabupaten Sigi sendiri akan bekerja selama empat bulan sejak 9 Maret 2013.

Tim ekspedisi yang berjumlah 55 orang yang terdiri pasukan TNI, Polri, masyarakat, mahasiswa dan wartawan itu tiba di Bandara Palu pada Jumat (8/3).

Pemerintah Kabupaten Sigi telah menyiapkan 37 pemandu untuk mendampingi Tim Ekspedisi NKRI yang bertugas untuk memudahkan tim itu dalam melakukan tugasnya.

Menurutnya, kondisi Kabupaten Sigi yang berbukit-bukit bisa menyulitkan tim ekspedisi saat menjelajahi medan.

Aswadin mengatakan sejumlah daerah di Sigi saat ini rawan terjadinya bencana tanah longsor, banjir, gempa bumi, dan angin puting beliung sehingga harus diwaspadai.

Menurutnya, kalau daerah tersebut bisa dipetakan dengan baik maka korban jiwa maupun materi dapat dikurangi.

Aswadin juga menyambut baik kedatangan tim ekspedisi tersebut, sekaligus berharap hasil kegiatan itu bisa menjadi masukan kepada Kabupaten Sigi untuk perencanaan pembangunan ke depan.

Tim ekspedisi itu akan menjelajahi sembilan dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Sigi, yakni Dolo Barat, Dolo Selatan, Kulawi, Kulawi Selatan, Pipikoro, �Gumbasa, Palolo, Lindu dan Nokilalaki. (R026)
Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar