Iran rencanakan pangkas kesepakatan nuklir pada September

id Iran,JCPOA,Langkah baru

Presiden Iran Hassan Rouhani berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat keduanya bertemu di resor Laut Hitam Sochi, Rusia, Kamis (14/2/2019). (REUTERS/POOL)

Moskow, Rusia (ANTARA) - Iran pada awal September berencana untuk mengurangi kesepakatan nuklir Iran, kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov.

Setelah pertemuan Komisi Gabungan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) di Wina, Austria, Ryabkov mengatakan kepada wartawan pada Ahad (28/7) bahwa Iran berencana melaksanakan langkah ketiga dalam kerangka kerja jalur "pengurangan", untuk mengurangi komitmen yang secara sukarela dilakukan berdasarkan kesepakatan tersebut.

Diplomat itu menambahkan peserta lain JCPOA menyeru Iran agar menahan diri dari langkah semacam itu.

Ryabkov menyatakan Teheran akan meninggalkan jalur "pengurangan" dalam kasus kemungkinan penyediaan ekonomi, yang dijanjikan berdasarkan kesepakatan tersebut.

"Instrumen untuk Mendukung Pertukaran Perdagangan (INSTEX), yang didirikan pada Januari 2019 oleh Prancis, Jerman dan Inggris untuk memfasilitasi transaksi dengan Iran dalam menghindari SWIFT dan sistem pembayaran dolar masih beroperasi dalam 'pilot mode', tapi transaksi pertama dilakukan, tambah Ryabkov.

"Moskow dan Beijing terus berjuang agar mekanisme tersebut terbuka buat negara non-Uni Eropa. Dan akan mungkin untuk melakukan transaksi mengenai eskpor minyak Iran melalui mekanisme tersebut. Yang utama ialah mekanisme itu tidak virtual, itu benar-benar ada, dan operasi pertama mengenai itu sudah dilaksanakan," kata Ryabkov, sebagaimana dikutip Kantor Berita Truki Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin.

AS sejak itu telah melancarkan upaya diplomatik dan ekonomi untuk menekan Iran dan memaksanya merundingkan kesepakatan tersebut.

JCPOA mengizinkan Iran mengurangi komitmennya jika pihak lain melanggar. Teheran berkeras Uni Eropa bertindak lebih aktif berkaitan dengan pelaksanaan bagian kewajibannya. Teheran menyatakan akan kembali ke kepatuhan penuh dengan kesepakatan tersebut segera setelah Uni Eropa membatalkan sanksi AS.

Sumber: Anadolu Agency
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar