Aparat pemerintah dan warga bekerja bakti pasca-banjir Parimo

id banjir parigi moutong,banjir parimo,banjir sulawesi tengah

Arsip Foto. Aparat Kepolisian Polres Parigi Moutong membantu warga Sausu Piore mengangkat barang-badang dari rumah yang terendam banjir. (ANTARA/Moh Ridwan)

Parimo (ANTARA) - Aparat TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Dinas Sosial pada Rabu bekerja bakti bersama warga untuk membersihkan lingkungan yang menjadi berlumpur akibat banjir yang melanda empat desa di Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.

Mereka antara lain membersihkan lumpur yang mengotori rumah penduduk serta fasilitas umum, termasuk rumah sakit umum daerah, di Kecamatan Tinombo.

"Hari ini fokus membersihkan sisa-sisa lumpur akibat banjir," kata Yoga, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah.

Banjir yang pada 30 Juli siang melanda sebagian wilayah Kecamatan Tinombo menyebabkan beberapa rumah warga rusak, namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Akibat banjir yang terjadi setelah hujan selama beberapa jam itu, sebagian warga sempat mengungsi. Sebagian warga yang mengungsi akibat banjir kini sudah kembali ke rumah mereka.

"Tapi yang rumahnya benar-benar rusak parah masih bertahan untuk sementara menumpang di rumah tetangga sambil menunggu rumah diperbaiki kembali," katanya.

Tinombo berada di jalur Trans Sulawesi menuju Gorontalo dan Manado, yang beberapa waktu lalu sempat putus akibat banjir dan tanah longsor.

Kabupaten Parimo memiliki banyak aliran sungai sehingga rawan menghadapi banjir.

Selain di Parimo, sepanjang Januari sampai Juli 2019 bencana banjir dan tanah longsor juga terjadi di wilayah Sulawesi Tengah yang lain seperti Sigi, Morowali, Morowali Utara, dan Kabupaten Banggai.
 
Pewarta :
Editor : Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar