IPB Bogor akan bantu Parigi Moutong tangani pengelolaan sampah

id parimo,sampah,ipb

Ilustrasi berbagai jenis kantong plastik bekas belanja. (Istimewa)

Bantuan kami mendorong pemerintah daerah dari sisi penguatan kelembagaan dan memberikan ilmu bagaimana mengelola sampah yang benar utamanya pemanfaatan bank sampah
Palu (ANTARA) - Institut Pertanian Bogor (IPB) akan membantu Pemerintah Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dalam menangani pengelolaan sampah sebagai upaya mewujudkan kota yang bersih.

"Bantuan kami mendorong pemerintah daerah dari sisi penguatan kelembagaan dan memberikan ilmu bagaimana mengelola sampah yang benar utamanya pemanfaatan bank sampah," kata konsultan Pengelolaan Sampah Reuse, Recycle dan Reduce (3R) IPB Lukmanul Hakim saat berkunjung di rumah jabatan Bupati Parigi Moutong,di Parigi, Minggu (4/8).

Penanganan persampahan merupakan bagian dari upaya pemerintah setempat ingin meraih penghargaan adipura.

Pemerintah Parigi Moutong terus menggelorakan program adipura sampai ke tingkat desa/kelurahan hingga masyarakat agar bersama-sama bergotong royong menciptakan lingkungan yang bersih.

Bahkan, ambisi meraih penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, perbankan, pemangku kepentingan termasuk pakar persampahan.

Dalam urusan mencapai target itu pada 2020 mendatang, Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu tidak bermain-main mengenai masalah kebersihan kota.

Berbagai upaya dilakukan, termasuk menginstruksikan bawahannya agar selalu membawa kantong plastik kresek dan sapu di mobil dinas setiap pejabat.

Menurut Lukmanul, sampah bukan hanya sesuatu kotoran atau limbah yang dihasilkan dari rumah tangga. Di sisi lain, sampah memiliki manfaat dan memberikan dampak positif jika pengelolaannya dilakukan secara tepat dan benar seperti didaur ulang menjadi pupuk organik untuk kebutuhan pertanian.

Salah satunya melalui metode bank sampah sebagai wadah pemilahan sampah organik dan sampah plastik untuk selanjutnya di urai dan dimanfaatkan menjadi bahan baku pupuk kompos terdiri dari daun-daun kering, sisa bahan makanan dan kotoran ternak.

"Kami juga akan bantu bagaimana agar ternak sapi yang masih berkeliaran di jalan dibuatkan satu kandang khusus atau taman Sapi agar kotorannya bisa diolah menjadi pupuk organik," katanya menambahkan.

Management Of Natural Resources Senior Manager Sucofindo Jakarta Ido J H Simatupang memaparkan, pemanfaatan bank sampah perlu didukung dengan regulasi kuat dari pemerintah setempat, agar penanganan sampah jelas dan terarah.

Menurut dia sampah organik dan sampah plastik dapat di urai, keduanya memiliki nilai ekonomis. Sampah plastik misalnya, memalui proses pemilahan mana yang layak dan tidak dan selanjutnya dapat dijual ke perusahaan pengolahan plastik.

"Semacam daur ulang, sehingga sampah-sampah plastik bisa dijadikan bahan baku tertentu dijual ke perusahaan nilon. Ini bermanfaat bagi masyarakat sekaligus menambah pendapatan daerah," ucap Ido.

Baca juga: Legislator : minta KLHK motivasi daerah di Sulteng rubah tata kelola sampah
Baca juga: Aristan calon Wali Kota Palu menjadikan PLTS solusi penanganan sampah
Baca juga: Pemkot perlu ubah tata kelola sampah hasilkan listrik
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar