Terapi Narkoba Dengan Berzikir Efektif

id narkoba, jethan, sulteng

Terapi Narkoba Dengan Berzikir Efektif

Tersangka Narkoba yang Ditangkap Polisi (Muhammad Hamzah)

metode dzikir dengan dibimbing tokoh agama akan bisa menyentuh hati pengguna narkoba.
Palu (antarasulteng.com) - Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah Jethan Towakit mengatakan terapi pemakai narkoba dengan berdzikir dinilai lebih efektif dari pada menggunakan obat-obatan.

Jethan Towakit di Palu, Jumat, mengatakan metode dzikir dengan dibimbing tokoh agama akan bisa menyentuh hati pengguna narkoba.

"Memang memerlukan waktu lama, tapi yang penting ada kemauan sembuh dari ketergantungan narkoba," kata mantan Karo Humas dan Protokoler Pemprov Sulawesi Tengah ini.

Saat ini di Kota Palu terdapat sebuah rumah sakit yang berupaya menyembuhkan korban ketergantungan narkoba dengan metode dizikir, namun masih diimbangi dengan pemberian obat tertentu.

Dia berharap penyembuhan dengan metode dzikir itu terus dilaksanakan karena dampak positifnya lebih banyak dan bisa lebih mendekatkan pasien kepada Sang Pencipta.

Sementara itu, pegiat gerakan anti-Narkoba Sulawesi Tengah Masudin Radjamaulu mengatakan biaya rehabilitasi seorang korban narkoba hingga mencapai Rp200 juta.

"Jadi hindari Narkoba, dan jangan sesekali untuk mencobanya," kata Masudin.

Menurutnya, biaya sebesar itu jika diperuntukkan untuk beasiswa bagi pelajar akan lebih berguna.

Saat ini korban narkoba di Indonesia banyak direhabilitasi di Lido, Jawa Barat. Di rumah rehabilitasi itu, korban pengguna narkoba selain diobati, juga mendapatkan berbagai pelatihan keterampilan agar bisa siap bila kelak kembali ke masyarakat.

"Jadi, wajar jika biaya rehabilitasi itu mahal," katanya.

Saat ini pengguna narkoba di Sulawesi Tengah hingga akhir 2012 mencapai sekitar 48 ribu orang sehingga menempatkan provinsi ini dalam 10 besar daerah pemakai narkotika terbanyak. (R026)
Pewarta :
Editor : Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar