Pengamat: berdayakan putra bangsa dari pada datangkan rektor asing

id Wacana mendatangkan rektor asing,perguruan tinggi ternama di Indonesia,Juara olimpiade sians tingkat internasional

Kampus Universitas Gajahmada Yogyakarta (Istimewa)

Banyak putra bangsa Indonesia yang berpotensi dan berprestasi di dunia internasional
Jakarta (ANTARA) - Pengamat politik Jerry Massie mengusulkan agar Pemerintah lebih memberdayakan putra bangsa yang berpotensi dari pada mewacanakan mendatangkan tenaga asing untuk menjadi rektor perguruan tinggi di Indonesia.

"Banyak putra bangsa Indonesia yang berpotensi dan berprestasi di dunia internasional. Hendaknya pemerintah lebih fokus memberdayakan putra bangsanya, sekaligus memberikan dukungan penuh untuk kemajuan perguruan tinggi," kata Jerry Massie melalui pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Rabu.

Menurut Jerry, wacana mendatangkan rektor asing untuk memimpin perguruan tinggi di Indonesia, dilontarkan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhammad Nasir, untuk memajukan perguruan tinggi Indonesia.

Baca juga: Wapres: tenaga pendidik asing jangan langsung menjabat rektor

Wacana dari Menristekdikti tersebut, menurut dia, mendapat penolakan dari banyak pihak yang dinilai merendahkan bangsa Indonesia, terutama para guru besar di perguruan tinggi ternama. "Banyak putra bangsa Indonesia yang telah lulus program doktor dari perguruan tinggi di mancanegara dan saat ini menjadi guru besar maupun ahli," katanya.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies ini menyentil soal perhatian pemerintah terhadap fasilitas di perguruan tinggi yang dinilai kurang diperhatikan.

Baca juga: ADI : Perekrutan rektor asing bukan solusi yang tepat

Untuk menaikkan peringkat perguruan tinggi, menurut dia, tidak harus mendatangkan rektor asing, tapi meningkatkan fasilitas serta kualitas proses belajar-mengajar di kampus tersebut.

Jerry melihat, masih banyak perguruan tinggi di Indonesia yang fasilitasnya belum optimal, seperti sistem pembelajaran dan laboratorium.

"Indonesia banyak memiliki guru besar dan para ahli yang mampu memimpin perguruan tinggi dengan baik, kenapa mewacanakan mendatangkan rektor asing?," katanya.

Berdasarkan data QS World University Rankings 2020 terhadap 1.000 perguruan tinggi di dunia, ada lima perguruan tinggi terkenal di Indonesia yang masuk dalam ranking dunia tersebut dan mengalami peningkatan.

Dari lima perguruan tinggi teratas, hanya Universitas Indonesia (UI) yang mengalami penurunan, yakni dari peringat 292 pada 2019 menjadi peringkat 296 pada 2020. Sedangkan, empat perguruan tinggi lainnya meningkat antara lain yakni, Universitas Gajahmada naik dari peringkat 391 menjadi peringkat 320. Institut Teknologi Bandung (ITB naik dari peringkat 359 menjadi peringkat 331.

Baca juga: Rektor ITB : ekosistem perguruan tinggi Indonesia sulitkah rektor asing
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar