Bulog Sulteng kejar target pengadaan beras

id beras, bulog

Bulog masih sulit membeli beras petani (Anas Masa)

Palu (ANTARA) - Kepala Perum Bulog Sulawesi Tengah, Mifahul Ulum berharap pada panen kedua musim panen 2019 ini bisa menyerap beras produksi petani lebih besar lagi dibandingkan panen pertama guna memenuhi target pengadaan beras stok nasional yang ditetapkan pemerintah sekitar 30.000 ton di daerah itu.

"Kami tetap berupaya untuk memenuhi target itu," katanya di Palu, Rabu.

Ia mengatakan hingga kini, Bulog Sulteng telah merealisasi penyerapan beras produksi lokal di berbagai sentra produksi di seluruh kabupaten dan kota sekitar 13.000 ton.

Memang masih jauh dari target. Makanya di musim panen kedua nanti, Bulog akan lebih getol lagi untuk turun langsung ke titik-titik panen yang ada di masing-masing kabupaten di Sulteng agar bisa maksimal membeli beras/gabah petani.

Di Sulteng, kata dia, petani belum terbiasa menjual gabah. "Yang ada petani menjual dalam bentuk beras," ujar Ulum.

Hal itu dikarenakan, kebanyakan petani juga memelihara ternak, sehingga dedah (konga/tepung gabah) untuk pakan ternak. Dengan begitu, para petani tidak lagi membeli pakan ternak olahan pabrikan.
Meski realisasi pembelian beras petani di Sulteng masih jauh dari target, namun Ulum tetap optimistis bisa penuhi target tersebut.

"Pokoknya kita akan berusaha membeli, tetapi dengan catatan asal memenuhi standar mutu yang telah dipersyaratkan," kata dia.

Dia juga menegaskan bahwa Bulog sesuai instruksi pemerintah hanya menyalurkan beras rasta kepada rumah tangga sasaran (RTS) sampai Agustus 2019 ini.
Jadi, lanjutnya, untuk September s/d Desember, Bulog tidak lagi menyalurkan beras dimaksud karena sudah menggunakan kartu bantuan pangan non tunai (BPNT).

Tetapi, kata dia, Bulog masih tetap akan menyediakan beras dan menjualnya ke konten/e-warung yang akan melayani program BPNT.
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar