Peluang IAIN Palu jadi UIN terbuka lebar efek perpindahan ibu kota negara

id IAIN Palu

Peluang IAIN Palu jadi UIN terbuka lebar efek perpindahan ibu kota negara

Rektor IAIN Palu Prof Dr KH Sagaf S Pettalongi MPd menyampaikan pesan almamater pada rapat senat terbuka dalam rangka wisuda sarjana dan pascasarjana IAIN Palu, di Palu, Rabu. (ANTARA/Muhammad Hajiji)

Palu (ANTARA) - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, memiliki peluang besar untuk menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) akibat dampak dari kebijakan Presiden Jokowi memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan.

"Tentu, karena salah satu sektor yang terdampak langsung dari pemindahan ibu kota tersebut ialah sektor pembangunan manusia. Nah, disinilah pentingnya dilakukan pengembangan perguruan tinggi, agar perguruan tinggi memiliki peran lebih luas dan lebih maksimal dalam mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi efek dari perpindahan ibu kota negara," ucap Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Admnistrasi Umum IAIN Palu, Dr Kamaruddin, di Palu, Rabu.

Saat ini, sedang dilakukan kajian pembukaan jalur Terusan Sulawesi, sebagai roda urat nadi pertumbuhan ekonomi untuk Kawasan Timur Indonesia. Kajian terhadap Terusan Sulawesi, dilakukan seiring Presiden Jokowi telah menetapkan Kalimantan sebagai Ibu Kota Negara masa akan datang.

Baca juga: Kemenag minta PTKI harus berkontribusi dalam perubahan di era disrupsi

Kajian yang menghubungkan Timur Indonesia dan Kalimantan ini, menempatkan Sulawesi dan Sulawesi Tengah sebagai pulau dan provinsi penopang utama logistik dan industri.

"Sulawesi dan Sulawesi Tengah menjadi pulau dan provinsi yang paling diuntungkan sekaligus memiliki risiko yang sangat tinggi efek ganda dari perpindahan ibu kota negara," sebut Kamaruddin.

Dari situ, IAIN Palu memiliki peluang besar dan menjadi satu komponen yang sangat diuntungkan dari perpindahan ibu kota negara yang berefek pada pembukaan jalur Terusan Sulawesi.

Peluang itu ialah, harapan untuk menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sulawesi Tengah, di Palu, terbuka lebar.

Langkah Pemerintah Pusat di Jakarta, untuk menjadikan IAIN Palu menjadi UIN adalah keharusan. Seiring tuntutan dari kebijakan perpindahan Ibu Kota Negara.

Pemerintah sangat menyadari bahwa, efek ganda pertumbuhan ekonomi Terusan Sulawesi, sulit dicapai jika tidak dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan pertumbuhan indeks pembangunan manusia (IPM) nasional.

Baca juga: Alumni IAIN Palu dibekali empat kecerdasan

Salah satu strategi percepatan pembangunan manusia di Kawsan Terusan Sulawesi ialah, pengembangan perguruan tinggi.

Peluang IAIN Palu menjadi UIN, juga disebabkan karena Kementerian Agama telah mencabut moratorium transformasi IAIN menjadi UIN, dan STAIN ke IAIN yang diberlakukan kepada seluruh PTKIN di Indonesia.

Kemenag melalui Direktorat Pendidikan Islam mewacanakan melakukan transformasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) atau alih status dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) pada 2019.

Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam Kemenag, Arskal Salim, mengatakan sekarang ini ada 17 IAIN yang telah berstatus menjadi UIN.

Setidaknya, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) Kemenag, peralihan status IAIN menjadi UIN menjadi 30 UIN dalam 2020 mendatang," kata Arskal Salim.

Karena itu, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd mulai menggagas persiapan alih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu.

"Alih status IAIN menjadi UIN merupakan harapan dan cita-cita civitas akademik IAIN Palu. Saat ini langkah menuju transformasi ke UIN kami siapkan," ucap Prof Sagaf.

Baca juga: IAIN Palu persiapkan alih status menjadi UIN Datokarama
 
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar