OJK serahkan 120 bilik huntara untuk pengungsi korban tsunami

id Palu,Pasigala,OJK,Huntara

Kepala OJK Sulteng Gamal Abdul Kahar (kanan) menyerahkan secara simbolis kunci huntara untuk pengungsi korban gempa dan tsunami di Kelurahan Talise kepada Wali Kota Palu Hidayat (kiri), Selasa siang (13/8). Huntara bantuaN OJK tersebut berada di kawasan Hutan Kota Kaombona.

Kalau bapak ibu mau memasak jangan di dalam, di luar huntara. Begitu juga kalau mau menyambung jaringan listrik, serahkan kepada ahlinya. Jaga keamanan tempat dari resiko kebakaran
Palu (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyerahkan 120 bilik hunian sementara (huntara) untuk 120 Kepala Keluarga (KK) pengungsi korban gempa dan tsunami di Kota Palu.

Huntara yang terletak di kawasan Hutan Kota Kaombona untuk korban gempa dan tsunami di Kelurahan Talise itu diserahkan secara simbolis oleh Kepala OJK Sulawesi Tengah Gamal Abdul Kahar kepada Wali Kota Palu Hidayat, Selasa siang.

"Huntara ini dibangun selama sekitar 3,5 bulan. Agak lama karena kemarin libur panjang lebaran. Harapannya huntara ini dapat bermanfaat bagi para pengungsi,"ucapnya usai menyerahkan kunci huntara kepada Wali Kota Palu Hidayat.

Baca juga : Sebagian Huntara di Palu, Sigi dan Donggala terkendala listrik

Korban gempa Palu terima 12 unit huntara dari bambu


Ia menjelaskan huntara bantuan OJK dan Industri Jasa Keuangan Peduli Gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah di kawasan Hutan Kota Kaombona tersebut adalah bantuan yang ke tiga setelah sebelumnya OJK juga membangun huntara di Kelurahan Layana dan Mamboro untuk Kota Palu.

"Di Kelurahan Layana OJK juga membangun 120 bilik huntara dan di Kelurahan Mamboro 76 bilik. Di bawah huntara ini kami cor agar pengungsi nyaman tinggal di sini sampai menunggu bantuan huntap (hunian tetap),"ucapnya.
Sejumlah anak-anak pengungsi melihat-lihat huntara bantuan OJK di kawasan Hutan Kota Kaombona yang segera mereka huni.

Ia mengimbau seluruh pengungsi agar merawat dan menjaga semua fasilitas yang ada di huntara, utamanya dari hal-hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kebakaran di huntara sebab sedikit saja kelalaian yang dilakukan oleh pengungsi dapat mengancam keselamatan pengungsi yang lain.

Wali Kota Palu Hidayat dalam kesempatan itu menyampaikan hal yang sama. Apalagi belum lama ini beberapa unit huntara di Kabupaten Sigi ludes dilalap api akibat hubungan arus pendek listrik yang diduga disebabkan kelalaian pengungsi.

"Kalau bapak ibu mau memasak jangan di dalam, di luar huntara. Begitu juga kalau mau menyambung jaringan listrik, serahkan kepada ahlinya. Jaga keamanan tempat dari resiko kebakaran,"pesannya.

Ia juga meminta kepada pengungsi agar menjaga kebersihan huntara agar tidak ada penyakit yang menjangkit sebab dalam setahun ke depan para pengungsi masih akan tinggal di situ.

Huntara bantuan OJK tersebut dilengkapi berbagai fasilitas antara lain tempat penampungan air bersih, kipas angin di setiap bilik, meteran listrik, tempat MCK dan dapur umum.
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar