Polisi ringkus oknum pegawai Lapas anak dan pensiunan bank kasus narkoba

id Polisi, ringkus, oknum lapas

Barang bukti yang diamankan dari penangkapan kedua terduga pelaku inisial AL (56) oknum PNS Lapas Anak Palu, dan RK (57) pensiunan perbankan. (Humas Polres).

Kasus ini masih dalam pengembangan dan diperiksa terkait dugaan penyalahgunaan narkoba dan dari mana asal barang haram tersebut
Palu (ANTARA) - Satuan Reserse Narkoba, meringkus oknum yang diduga pegawai lembaga pemasyarakatan (Lapas) Anak Kota Palu, bersama satu rekannya pensiunan perbankan, karena diduga terlibat penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Keduanya diamankan di Jalan Baligau, Kelurahan Tatanga, Kecamatan Tatanga, Senin (12/8/).

"Inisial  AL  (56), oknum PNS Lapas Anak Palu, dan RK (57) pensiunan perbankan,” kata Kapolres Palu AKBP Mujianto,S.IK, melalui Paur Humas Polres Palu, Aipda Kadek Aruna, di Palu, Selasa malam.

Dari tangan kedua pelaku kata Kadek, polisi mengamankan dan menyita sejumlah barang bukti antara lain satu paket sabu seberat 0.66 gram brutto, lima buah alat isap sabu, dua buah pirex, dan sejumlah peralatan yang digunakan untuk mengonsumsi narkoba.

“Selain itu telah diamankan juga enam unit telepon genggam, serta beberapa jenis senjata tajam, seperti parang dan pisau,” katanya. 

Ia mengatakan, saat ini kedua pelaku telah diamankan di Mapolres Palu, guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan proses hukum selanjutnya. 

“Kasus ini masih dalam pengembangan dan diperiksa terkait dugaan penyalahgunaan narkoba dan dari mana asal barang haram tersebut,” katanya.

Baca :juga : Polres Palu garuk sarang narkoba di Tatanga

Kapolres Palu kata Kadek, tidak henti-hentinya mengimbau masyarakat Kota Palu, agar tidak menjadi pelaku narkoba.

“Baik sebagai pengguna, pengedar, apalagi bandar narkoba. Karena siapapun yang terlibat akan menindak tegas,” ujarnya.

“Kami juga meminta masyarakat agar melaporkan ke polisi terdekat jika menemukan atau melihat adanya transaksi narkoba serta kejadian yang bisa menganggu Kamtibmas,” tandasnya.***
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar