Gubernur Minta SKPD Gunakan Data Valid

id Longki djanggola

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola (ANTARA Sulteng/Basri Marzuki)

Palu,  (antarasulteng.com) - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola meminta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di wilayahnya agar tidak selalu menjiplak data lama dan harus selalu menggunakan data valid yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Saya mohon. Ini pengalaman SKPD selalu `meng-copy paste` (jiplak) data. Data ini adalah data 2010," kata Longki Djanggola pada pembukaan musyawarah perencanaan pembangunan pertanian Provinsi Sulawesi Tengah di Palu, Rabu.

Kritik itu disampaikan gubernur terkait data penduduk yang tersaji dalam sambutannya tercatat 2.633.420 jiwa. Padahal menurutnya data tersebut merupakan data 2010. Jumlah penduduk Sulawesi Tengah saat ini kata Longki sudah mencapai 3,25 juta jiwa.

"Saya lihat konsep ini data lama. Tolong disesuaikan dengan data BPS terkini. Kalau luas wilayah mungkin tidak berubah. Tapi kalau jumlah penduduk setiap tahun pasti bertambah," katanya.

Longki meminta SKPD agar selalu introspeksi atas data-data yang disajikan sehingga data tersebut selalu valid dan bisa dipertanggungjawabkan.

Longki mengatakan Sulawesi Tengah memiliki luas wilayah daratan 68.033 kilometer bujur sangkar dan perairan laut seluas 193.923,75 kilometer bujur sangkar.

Dia mengatakan dari luas dataran itu hanya terdapat 2,66 persen untuk penggunaan lahan sawah yakni seluas 180.896 hektare. Sementara untuk penggunaan lahan perkebunan hanya 12,36 persen atau seluas 840.734 hektare.

Sedangkan untuk luas hutan di Sulawesi Tengah masih cukup ideal yakni 3.142.409 hektare atau sekitar 46,19 persen dari luas daratan daerah ini.

"Ini potensi untuk mendukung pengembangan pertanian di daerah ini," katanya.

Berdasarkan data statistik, kontribusi subsektor pertanian terhadap pendapatan domestik regional bruto (PDRB) gabungan tanaman pangan tahun 2010 sebanyak 39.36 persen. Angka itu naik menjadi 40.44 persen pada 2011.

Sementara konstribusi subsektor pertanian terhadap nilai tukar petani (NTP) gabungan tanaman pangan tahun 2010 hanya 97.17 persen. Naik sedikit pada 2011 menjadi 98.86 persen.(A055/SKD)
Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar