18 narapidana di Sulteng mendapat remisi bebas 17 Agustus

id Palu,Sigi,Donggala,Pasigala,Sulteng,remisi kemerdekaan, antaranews.com

Sekdaprov Sulteng Moh. Hidayat Lamakarate menyerahkan SK Remisi Umum (RU) langsung bebas kepada salah satu narapidana dalam upacara peringatan Dirgahayu RI ke 74 di halaman Kantir Gubernur Sulteng di Kota Palu, Sabtu (17/8). (Antaranews/Muh. Arsyandi)

Lapas Palu enam narapidana, Lapas Luwuk dua orang, Rutan Palu tiga orang, Rutan Donggala empat orang, Cabang Rutan Parimo satu orang, Cabang Rutan Leok satu orang, LPKA Palu satu orang
Palu (ANTARA) - 18 narapidana dari sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Sulawesi Tengah mendapat Remisi Umum (RU) langsung bebas pada 17 Agustus 2019.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulteng Moh. Hidayat Lamakarate menyerahkan langsung Surat Keputusan (SK) RU langsung bebas 17 Agustus Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly kepada perwakilan 18 narapidana dalam upacara peringatan Dirgahayu Republil Indonesia ke 74 di halaman Kantor Gubernur Sulteng di Kota Palu, Sabtu.

"Ini yang terakhir yah. Jangan ulangi lagi," pesan Hidayat saat menyerahkan SK remisi kepada salah satu narapidana.

Ia ingin para narapidana yang telah mendapat remisi tersebut memanfaatkan kesempatan itu untuk memperbaiki diri dan tidak mengulangi perbuatan serupa yang dapat kembali menjeblokannya ke jeruji besi.

Baca juga : 130.383 narapidana se Indonesia peroleh remisi Kemerdekaan Indonesia

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulteng Zulkifli menerangkan 18 narapidana itu tersebar antara lain di Lapas dan Rutan Kota Palu, Lapas Kabupaten Luwuk, Rutan Kabupaten Donggala, Cabang Rutan di Kabupaten Parigi Moutong, Cabang Rutan Leok dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Palu.

"Lapas Palu enam narapidana, Lapas Luwuk dua orang, Rutan Palu tiga orang, Rutan Donggala empat orang, Cabang Rutan Parimo satu orang, Cabang Rutan Leok satu orang, LPKA Palu satu orang," katanya.
 
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar