Stasiun Karantina Ikan ajak masyarakat intensifkan aksi bersih pantai

id Palu,Kota Palu,Pasigala,Sulteng

Peserta bersih-bersih Pantai Teluk Palu lewat aksi "Menghadap Laut 2.0" yang dipelopori Menteri KP Susi Pudjiastuti memungut sampah yang berserakan di kawasan eks Masjid Terapung Kelurahan Lere, Kota Palu, Minggu (18/8). (Panitia Menghadap Laut 2.0 Kota Palu)

"Sekecil apapun kegiatannya akan kita upayakan agar terlaksana sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat," kata Khoirul.
Palu (ANTARA) - Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Palu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Khoirul Makmum mengajak penggiat dan pecinta lingkungan agar lebih mengintensifkan aksi bersih-bersih pantai.

"Perlu juga kita mengadakan suatu kegiatan yang bisa mengedukasi masyarakat agar membersihkan lingkungannya termasuk pantai dari sampah sesering mungkin," katanya saat memberikan amanat kepada puluhan peserta bersih-bersih Pantai Teluk Palu lewat aksi "Menghadap Laut 2.0" di kawasan tsunami eks Masjid Terapung Kelurahan Lere Kota Palu, Minggu (18/8).

Menurut dia, kegiatan semacam itu penting dilakukan sesering mungkin agar rasa kepedulian masyarakat terutama warga di sekitar Teluk Palu terhadap kebersihan pantai dan laut dari sampah khususnya sampah plastik tumbuh.

Jika rasa kepedulian masyarakat terhadap kebersihan pantai dan laut telah tumbuh, ia meyakini Teluk Palu bersih dari sampah akan terwujud sebab tanpa disuruh warga pasti akan membersihkan sampah-sampah yang berhamburan di pantai maupun di laut.

"Kepedulian kita sangat dibutuhkan untuk membersihkan lingkungan sekitar karena kalau bukan kita ,siapa lagi, sambil kita memberi edukasi kepada masyarakat, terutama masyarakat di sekitar Pantai Teluk Palu karena kegiatan kita ini hanya sekali setahun, tapi yang setiap hari membersihkan pantai dan laut adalah mereka," ucapnya.

Ia yakin sekecil apapun nilai kegiatan membersihkan lingkungan yang dilakukan para penggiat dan pecinta lingkungan akan sangat berpengaruh terhadap cara pandang dan cara berpikir masyarakat selaku objek dari kegiatan tersebut.

"Sekecil apapun kegiatannya akan kita upayakan agar terlaksana sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat," terangnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak masyarakat untuk membersihkan laut dari sampah lewat aksi "Menghadap Laut 2.0" yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Pandu Laut Nusantara dan puluhan komunitas pecinta laut.

Kegiatan tersebut digelar pada 18 Agustus 2019 di 74 titik termasuk di pantai dan sungai di Indonesia sebagai cara memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 74 tahun.

"Kami ingin awareness (kesadaran) masyarakat Indonesia terhadap laut lebih tinggi, lebih bisa menjaga. Karena laut ini penting sekali," katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (15/8).

Susi menuturkan aksi Menghadap Laut 2.0 kali ini memasuki tahun kedua di mana pada kegiatan serupa tahun lalu ia hadir di Bitung, Sulawesi Utara.

Pada aksi tahun lalu, terkumpul sekitar 366 ton sampah plastik dari sekitar 100 titik kegiatan aksi.

"Bayangkan 360 ton sampah plastik dan itu hanya dia jam saja. Tahun ini saya akan ada di (Pantai Timur) Ancol, kita harap semua organisasi, individu, bisa ikut datang juga," katanya.

Ketua Umum Pandu Laut Indonesia Bustar Maitar menjelaskan kegiatan Menghadap Laut merupakan ide Menteri Susi karena selama ini bangsa Indonesia terus memunggungi laut.

"Dengan kegiatan ini laut kita jadi pandangan kita, makanya disebut Menghadap Laut," tukasnya.
 
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar