KNPI gelar refleksi kemerdekaan tanam semangat kebangsaan bangun Palu

id KNPI,Pemkot Palu,Kota Palu

KNPI menggelar dialog publik refleksi kemerdekaan, bertemakan "Bangkit, bersatu, membangun negeri", berlangsung di salah satu warung kopi, di Palu, Senin (19/8) malam. (ANTARA/Muhammad Hajiji)

KNPI memberikan ruang diskusi kepada teman-teman pemuda dan sekaligus sebagai ajang silaturahmi, serta untuk memaknai arti 74 tahun Indonesia merdeka. Untuk dapat bangkit bersatu membangun Kota Palu
Palu (ANTARA) - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menggelar refleksi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 untuk membangun semangat kebangsaan agar bersama-sama membangkitkan Palu pascabencana gempa, tsunami dan likuefaksi.

"KNPI memberikan ruang diskusi kepada teman-teman pemuda dan sekaligus sebagai ajang silaturahmi, serta untuk memaknai arti 74 tahun Indonesia merdeka. Untuk dapat bangkit bersatu membangun Kota Palu," ucap Ketua KNPI Kota Palu, Fitri Mastura, di Palu, Senin 19/8 malam.

Baca juga: KNPI Palu ajak pemuda lawan perilaku intoleransi

Upaya membangun semangat kebangsaan untuk kebersamaan bangkitkan Kota Palu, di gelar KNPI lewat dialog publik, dengan tema "Bangkit, bersatu, membangun negeri".

KNPI melibatkan berbagai komponen pemuda meliputi, Pemkot Palu, Duta Gendre Sulteng, Gojek, organisasu kepemudaan di Palu, organisasi keagamaan, Himpunan Mahasiswa Islam, dan kader dan pengurus KNPI Palu.

KNPI juga melibatkan Wali Kota Palu, Hidayat, Akademisi Universitas Tadulako Dr Timuddin, Kepala Bappeda Kota Palu Dr Arfan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, Ansyar Setiadi sebagai narasumber.

Dr Timuddin mengemukakan, merdeka dalam arti sederhana ialah pribadi kita bebas untuk melakukan perbuatan baik, bebas untuk mencari pekerjaan dan bebas untuk membuka pekerjaan yang baik dan bermanfaat untuk masyarakat.

Karena itu, sebut dia, penting untuk semua komponen secara bersama-sama melakukan refleksi kemerdekaan.

Dia mengatakan, terdapat empat konsensul dasar nasional, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, yang menjadi kekuatan untuk membangun solidaritas dan kebersamaan.

"Ada 1.128 suku, ada enam agama, 700 bahasa, yang menjadi kekayaan Indonesia, yang terbingkai dalam Bhineka Tunggal Ika," sebut dia.

Terkait hal ini, Kepala Bappeda Kota Palu Arfan meminta generasi muda untuk memberikan masukkan kepada Pemkot Palu terkait dengan ruang-ruang publik seperti apa yang harus dibangun.

Hal itu, agar bisa lebih memberikan ruang kepada generasi muda di Palu untuk berekspresi dan mengasah potensi sebagai upaya percepatan pemulihan.

"Kita perlu bersama, karena dua tahun ini Pemkot Palu masih fokus terhadap pengungsi. Karena itu, butuh keterlibatan semua pihak untuk membangun kembali Kota Palu," ujar Arfan.

Baca juga: KNPI Harap Pemuda Aktif Awasi Dana Desa
Baca juga: LMP Donggala kenalkan resolusi konflik kepada milenial

 
KNPI menggelar dialog publik refleksi kemerdekaan, bertemakan "Bangkit, bersatu, membangun negeri", berlangsung di salah satu warung kopi, di Palu, Senin (19/8) malam. (ANTARA/Muhammad Hajiji)
Pewarta :
Editor : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar