Sulteng miliki laboratorium lingkungan untuk tunjang pengawasan lingkungan

id Pemprov Sulteng,Lingkungan

Gubernur Sulteng Longki Djanggola menandatangani prasasti peresmian UPT Laboratorium Lingkungan, di Palu, Selasa. (ANTARA/Muhammad Hajiji/Humas Pemprov Sulteng)

Dinas lingkungan hidup tidak bisa menudingkan jari dan minta pertanggungjawaban kepada industri yang dianggap mencemari lingkungan tanpa adanya data dari laboratorium
Palu (ANTARA) - Sulawesi Tengah memiliki satu Laboratorium Lingkungan yang berfungsi untuk kegiatan pemantauan dan pengawasan dalam rangka mendukung gerakan pelestarian lingkungan.

Gubernur Sulteng Longki Djanggola, di Palu, Selasa meresmikan sekaligus mengapresiasi adanya Laboratorium Lingkungan yang dikelola oleh unit pelaksana teknis jajaran Pemprov Sulteng.

“Dinas lingkungan hidup tidak bisa menudingkan jari dan minta pertanggungjawaban kepada industri yang dianggap mencemari lingkungan tanpa adanya data dari laboratorium,” ucap gubernur.

Gubernur menilai bahwa, data hasil uji dari Laboratorium Lingkungan sangat membantu kerja-kera Dinas Lingkungan Hidup dalam pemantauan dan pengawasan atas suatu kegiatan yang berdampak terhadap lingkungan.

Ia mengaku bahwa keberadaan fasilitas itu, dimaknai penting bagi terselenggaranya kegiatan pemantauan dan pengawasan lingkungan dengan dukungan data informasi kualitas lingkungan yang akurat.

Sebelumnya, Kepala UPT Laboratorium Lingkungan Siti Nurbaya mengemukakan laboratorium adalah jantungnya Dinas Lingkungan Hidup yang memasok data informasi lingkungan di Sulteng.

Ia menerangkan, laboratorium itu telah beroperasi sejak tahun 2010 dan berada satu lokasi dengan Kantor Dinas Lingkungan Hidup di Jalan Rajamoili tapi akibat gempa dan tsunami, maka seluruh laboratorium itu ikut rusak terdampak bencana.

Karena itu, Pemprov Sulteng bangun kembali laboratorium tersebut di Jalan Soeharso namun dengan kondisi alat-alat terbatas dan 14 personel pelayanan yang terdiri dari tujuh pegawai organik dan sisanya honorer.

Terkait Kantor Dinas Lingkungan Hidup yang sudah tidak tersisa karena disapu tsunami, Gubernur mengungkapkan dua opsi. Pertama, bangun kembali di lokasi terdampak, atau kah pindah.

“Pertama ialah membangun kembali di lokasi awal atau opsi kedua memindahkan ke lokasi baru di areal eks STQ Bukit Jabal Nur, 2020 masuk perencanaan nanti 2021 baru (pembangunan) fisiknya,” kata Gubernur.
 
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar