Istri-istri pimpinan BUMN harap Masjid Nurul Huda tempat pendidikan umat

id IIP BUMN,PASIGALA,KOTA PALU,PENGAWU

Ketua Umum IIP BUMNĀ Eri Imam Apriyanto bersama Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said dan forum komunikasi pimpinan daerah foto bersama di halaman Masjid Nurul Huda di Palu, Kamis (5/9/2019). ANTARA/Muhammad Hajiji/Ade Kurniawan

Masjid menjadi salah satu sebaik-baiknya tempat di muka bumi, karena itu dalam mengembangkan fungsinya akan diserahkan kepada dewan kemakmuran masjid agar masjid ini bisa dikelola dengan baik
Palu (ANTARA) - Istri-Istri Pimpinan (IIP) BUMN menyatakan pengelola Masjid Nurul Huda di Dusun Kintabaru, Kelurahan Pengawu, Kota Palu harus mengembangkan fungsi sarana ibadah itu sebagai tempat pendidikan umat, pascagempa bumi.

"Kami berharap agar masjid ini (Masjid Nurul Huda, red.) kembali difungsikan dengan fungsi yang luas, yaitu bisa menjadi tempat pendidikan umat," ucap Ketua Umum IIP BUMN Eri Imam Apriyanto saat menyampaikan sambutan pada peresmian pembangunan kembali Masjid Nurul Huda di Palu, Kamis.

Masjid Nurul Huda di Dusun Kintabaru, Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu menjadi salah satu sarana umum yang paling parah terdampak gempa pada 28 September 2018.

Umat Islam di wilayah itu tidak dapat memfungsikan masjid tersebut setelah terjadi bencana, karena mengalami kerusakan yang cukup parah.

Atas kondisi itu, IPP BUMN menggelontarkan anggaran sekitar Rp850 juta untuk pembangunan fisik masjid di atas lahan kurang lebih 11x12 meter persegi. Pembangunan dimulai pada Maret 2019, di mana peletakan batu pertama dilakukan Ketua Umum IPP BUMN Eri Imam Apriyanto.

Kini, Eri Imam Apriyanto kembali mengunjungi Kota Palu, dengan salah satu agenda meresmikan masjid tersebut.

Ia mengatakan Masjid Nurul Huda selain sebagai tempat ibadah disertai kegiatan keagamaan lainnya seperti mengaji.

Masjid itu, katanya, juga harus dikembangkan fungsinya sebagai tempat pembangunan peradaban manusia dan untuk pencerdasan bangsa.

Selain itu, katanya, diikutkan dengan kegiatan-kegiatan religi lainnya yang melibatkan masyarakat sehingga masjid juga berperan merajut perdamaian dan kerukunan dalam bingkai kebhinekaan.

"Masjid menjadi salah satu sebaik-baiknya tempat di muka bumi, karena itu dalam mengembangkan fungsinya akan diserahkan kepada dewan kemakmuran masjid agar masjid ini bisa dikelola dengan baik," ujar dia.

Ia juga menghimbau kepada istri-istri pimpinan BUMN di Sulteng untuk turut serta mendukung upaya pengoptimalan  fungsi Masjid Nurul Huda melalui kerja sama dan membangun koordinasi dengan dewan kemakmuran masjid, lewat berbagai program keagamaan dan sosial.

Terkait dengan hal itu, Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said  "Pasha" mengungkapkan Masjid Nurul Huda satu di antara tiga masjid yang dibangun oleh relawan, donatur, LGS di Kelurahan Pengawu.

"Kami sangat berterima kasih karena di saat Kota Palu tertimpa bencana, Kota Palu tidak sendiri. Mulai dari Aceh sampai Papua, bahkan dari luar negeri datang untuk memberikan bantuan kepada kami," ujar dia.

Pasha berharap, masyarakat menjaga dan memakmurkan Masjid Nurul Huda yang telah dibangun IIP BUMN.


 
Ketua Umum IIP BUMN, Eri Imam Apriyanto didampingi Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said (kiri) menandatangani prasasti peresmian kembali Masjid Nurul Huda Kelurahan Pengawu, Kamis (5/9/2019). ANTARA/Muhammad Hajiji/Ade Kurniawan
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar