Bupati: Sigi pemasok terbesar komoditi hortikultura ke Kaltim

id bupati, sigi, hortikultura

Bupati:  Sigi pemasok terbesar komoditi hortikultura ke Kaltim

Ketua Kelompok Tani Karya Mandiri Desa Kota Rindau Kecamatan Dolo, Agil, memperlihatkan sambungan pipa dari sumur dangkal yang dibuat oleh kelompok tani tersebut, untuk mengairi air ke lahan pertanian, sebagai solusi atasi kekeringan pascalikuefaksi Sigi. (ANTARA/Muhammad Hajiji)

Sigi (ANTARA) - Bupati Sigi, Sulawesi Tengah, Mohamad Irwan Lapata mengatakan daerahnya selama ini menjadi pemasok terbesar berbagai jenis komoditi hortikultura ke Kalimantan Timur.

"Sebagian besar hasil pertanian Sigi diantarpulaukan ke Kaltim untuk memenuhi kebutuhan pasar setempat dan ini tentu sangat menguntungkan bagi petani karena selesai panen langsung dibeli pedagang," katanya di Desa Bora, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Jumat.

Bupati Irwan mengatakan ke depan petani harus meningkatkan produksi dan produktivitas komoditi-komoditi yang dikembangkan, terutama komoditi hortikultura menjadi komoditi unggulan Kabupaten Sigi.

Apalagi, kata dia, dalam proses pembangunan sehubungan dengan pemindahan ibu kota Negara ke Kaltim itu, permintaan bahan pangan akan semakin besar dan hal tersebut akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sigi bila peluang itu bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

Irwan mengatakan dalam mengantisipasi peluang-peluang ekonomi sehubungan dengan pemindahan ibu kota Negara ke Kaltim, ia telah mengubah program stategis pembangunan di daerahnya dengan memprioritaskan peningkatan sektor pertanian sebagai kekuatan ekonomi masyarakat di Sigi. 

Sektor pertanian mendapat perhatian besar Pemkab Sigi mengingat dampak bencana alam 28 September 2018 merusak areal pertanian termasuk lahan-lahan pertanaman hortikultura yang selama ini menjadi  sumber terbesar penghasilan para petani.

Ribuan petani terutama di empat kecamatan yakni Gumbasa, Tanambulava, Dolo dan Biromaru hingga kini masih kehilangan mata pencaharian pokok mereka yakni palawija dan sayur-mayur karena areal pertanaman kesulitan air sebab irigasi Gumbasa rusak parah, namun sudah mulai diperbaiki oleh Kementerian PUPR.

Pemkab Sigi telah mengimbau para petani untuk menanami areal sawah yang kekurangan air dengan komoditi jangka pendek yang bisa mengandalkan air hujan seperti jagung, umbi-umbian dan sayur-mayur.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah Trie Iriyani Lamakampali sebelumnya mengatakan Sigi merupakan sentra pengembangan terbesar komoditi hortikultura di daerah ini dan telah berperan besar dalam memasok kebutuhan masyarakat di Sulteng, Gorontalo, Manado dan Kaltim.

Dengan pindahnya ibu kota Negara ke Kaltim, peluang pasar komoditi pertanian seperti beras dan sayur-mayur, bahkan juga hasil peternakan dan perikanan Sulteng ke provinsi tersebut akan semakin terbuka.
Warga melihat ladang jagung yang menduduki Desa Jono Oge di Kabupaten Sigi, Kamis (4/10/2018). Sebelumnya lokasi tersebut berupa Jalan Poros Palu-Palolo yang di kiri kanannya terdapat bangunan, rumah-rumah, dan gereja. (ANTARA/Aditya Ramadhan) (ANTARA/Aditya Ramadhan/)
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar