Listrik huntap untuk korban bencana di Palu berdaya 900 Watt

id Huntap, Pln, palu

Sejumlah hunian tetap (huntap) disediakan pendonor Yayasan Buddha Zhu Chi di lokasi relokasi Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore sudah rampung di kerjakan dan siap di huni korban gempa, tsunami dan likuefaksi Kota Palu, Sulawesi Tengah. Rencananya, hunian ini disediakan tahap awal sebanyak 1.500 unit. (ANTARA/Moh Ridwan)

Kami sudah memasang dua transformator atau trafo di lokasi tersebut. Semuanya sudah siap difungsikan jika hunian tetap ditempati
Palu (ANTARA) - Listrik di hunian tetap untuk warga korban gempa, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu, Sulawesi Tengah, milik Yayasan Buddha Zhu Chi direncanakan memiliki daya 900 Watt.

Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palu, Abbas Saleh di Palu, Sabtu, mengatakan di kawasan relokasi Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, telah dipasang sejumlah pendukung kelistrikan untuk kepentingan akomodasi di hunian tetap.

"Kami sudah memasang dua transformator atau trafo di lokasi tersebut. Semuanya sudah siap difungsikan jika hunian tetap ditempati," ujar Abbas.

Dia menjelaskan hunian tetap Yayasan Buddha Zhu Chi sebelumnya sudah dikomunikasikan dengan pihaknya, sehingga pembangunan hunian tersebut sudah menyatu dengan penyambungan jaringan listrik.

Meski saat ini pengembang belum boerkoordinasi menindaklanjuti rencana penyambungan listrik, kemungkinan besar meteran digunakan berdaya 900 Watt, sebab PLN menilai hunian tersebut menjadi tempat tinggal permanen.

Keluarga yang tinggal di hunian itu adalah keluarga normal dalam artian intensitas penggunaan listrik cukup tinggi namun masih dalam batas wajar karena sudah pasti ada barang-barang elektronik, sehingga meteran 900 Watt sudah memadai. "Ini yang menjadi tolak ukur kami melihat aktivitas masyarakat yang juga sebagai pelanggan PLN," katanya.

Menurut Abbas, dari sejunlah kawasan relokasi yang direkomendasikan Pemerintah Kota Palu, baru Kelurahan Tondo siap dialiri listrik. Jika nanti trafo disediakan tidak mampu mengangkat beban pemakaian listrik, pihaknya siap menabah trafo baru. "Kita lihat dulu perkembangan bebannya kedepan seperti apa," ucap dia.

Dia mengaku, hampir semua hunian sementara (huntara) di Palu sudah tersambung jaringan listrik dengan kapasitas atau daya 450 Watt.

Sebelumnya Pemkot Palu memastikan sebanyak 2.200 hunian tetap dari sejumlah pihak atau pendonor telah siap dibangun untuk korban gempa, tsunami dan likuefaksi di Ibu Kota Sulawesi Tengah itu.

Yayasan Buddha Zhu Chi rencananya membangun 2.000 hunian, pada tahap awal 1.500 unit. Kemudian Pemkot Surabaya sebanyak 11 unit, negara anggota ASEAN Filipina dan Myanmar menyediakan 75 unit. 

Baca juga: Bupati Sigi janjikan listrik di Lindu nyala akhir tahun 2019

 
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar