Warga Tentena pertanyakan ganti rugi keramba pada PT.Poso Energy

id poso,danau poso,tentena

Bupati Poso Darmin A. Sigilipu (kanan) memberikan penjelasan kepada warga Tentena, Senin (9/9) soal pembangunan kawasan wisata Danau Poso. (ANTARA/Feri Timparosa)

Palu (ANTARA) - Sejumlah pemilik karamba terapung di tepi Danau Poso Tentena, secara mendadak mendatangi acara ibadah syukur mengawali pembangunan destinasi wisata Danau Poso, Senin.

Mereka meminta pihak PT Poso Energy untuk segera memberikan kejelasan proses ganti rugi karamba sehubungan dengan pembangunan kawasan wisata tersebut.

"Kami minta berbicara 10 menit saja, kami tidak menghalangi pembangunan, kami mendukung destinasi wisata," ujar wakil sejumlah pemilik karamba, Omnesius Galamba.

Acara yang digelar atas kerja sama Pemda Poso dan pihak PT Poso Energy itu, dihadiri Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu dan sejumlah pejabat PT Poso Energy.

Melihat kedatangan warga itu Bupati Poso langsung memanggil kedua wakil pemilik karamba itu untuk berbicara bersama PT Poso Energy di ruang tertutup untuk mencari jalan terbaik.

Setelah beberapa jam melakukan pembicaraan, akhirnya dicapai kesepakatan bersama yang menguntungkan kedua belah pihak.  

"Hasil pembicaraan tadi menguntungkan semua pihak, masyarakat tidak dirugikan dan Poso Energy juga tidak merasa terbebani," tutur Darmin Sigilipu di hadapan warga Tentena.

Kata Darmin, dirinya sebagai pemerintah tidak ingin masyarakat mendapatkan kerugian, sementara di sisi lain ia mendapatkan amanah untuk membangun Tanah Poso dan khususnya daerah Kota Wisata Tentena.

Selain itu Darmin mengatakan kita juga tidak boleh menghalangi para investor untuk datang membangun daerah ini.

"Kita mencari solusi terbaik, saya bersama Kapolsek dan Kajari mendapatkan solusi terbaik," tutup Darmin yang disambut teouk tangan sejumlah warga.

Omnesius Galamba dan Hertian Tampai mewakili pemilik karamba meminta masyarakat agar menyelesaikan persoalan itu dengan kepala dingin, untuk mendapatkan solusi terbaik.

Menurut Omnesius Galamba, mereka hanya meminta kesepakatan harga dan kapan pembayarannya oleh pihak PT Poso Energy.

Ia katakan, yang datang saat ini bukan hanya pemilik karamba, namun beberapa pemilik lahan sawah yang telah terendam dan pemilik pagar penangkapan ikan sidat alias sogili.

Pembangunan destinasi wisata Danau Poso di Kota Tentena itu dikhawatirkan  akan menghilangkan seluruh karamba yang ada di tepi Danau Poso.
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar