Petani di Donggala gagal panen

id jagung, donggala

Seorang petani mengumpulkan jagung dari tanaman yang gagal panen di Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak, Riau, Kamis (27/6/2019). ANTARA FOTO/FB Anggoro/aww.

Tapi panen kali ini gagal. Meski gagal harus tetap bersemangat menunggu musim hujan baru kembali menanam jagung diareal yang sama
Donggala (ANTARA) - Sejumlah petani di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada musim tanam kali tahun 2019 ini mengaku rugi besar akibat gagal panen menyusul musim kemarau berkepanjangan yang melanda daerah itu.

"Panen kali ini sangat mengecewakan, sebab gagal total," kata Mardan, seorang petani asal Desa Tanampulu, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Kamis.

Ia mengatakan lahan pertanian seluas satu hektare semuanya ditanami tanaman jagung. Namun tidak berhasil, sebab tanaman mati kekeringan. Seharusnya kalau tidak gagal panen, ya lumayan juga penghasilannya.

"Tapi sayang, kali ini gagal total, padahal biaya yang sudah dikeluarkan mulai dari membuka lahan, membeli bibit sampai menanam cukup besar," katanya tanpa merinci.

Baca juga : Warga Kabupaten Donggala mulai kesulitan air bersih akibat kemarau

Hal senada juga disampaikan Firman, seorang petani jagung di Desa Watatu,Kecamatan Banawa Selatan. Ia juga mengaku gagal panen sehingga merugi. Jagung yang ditanamnya, semuanya gagal panen."Tetap berbuah, tetapi tidak ada isinya," katanya.

Padahal, komoditas jagung merupakan penopang hidup keluarganya selama ini. Dia mengaku sudah cukup lama menjadi petani jagung. Setiap panen, lanjutnya, hasilnya cukup lumayan. Bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan juga biaya sekolah anak-anaknya.

"Tapi panen kali ini gagal. Meski gagal harus tetap bersemangat menunggu musim hujan baru kembali menanam jagung diareal yang sama," ujar Firman.

Baca juga : Nelayan Palu-Donggala mulai melaut setelah dapat bantuan dari FAO

Dia mengatakan harga jagung di tingkat petani sekarang ini cukup bagus. "Kalau dahulu hanya berkisar Rp3.000 per kg, kini sudah di atas Rp5.000 per kg," katanya.

Untuk memasarkan hasil petani tidak kesulitan, sebab pedagang yang datang langsung ke petani untuk membeli hasil panen.

Sementara harga jagung di tingkat pengecer di Kota Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah saat ini cukup tinggi berkisar Rp7.000 per kg.

Produksi jagung petani Sulteng setiap tahunnya sekitar 250.000 ton, Kabupaten Donggala merupakan salah satu sentra produksi setelah Kabupaten Sigi, Tojo Una-Una Banggai dan Parigi Moutong yang merupakan penghasil jagung terbesar di Provinsi Sulteng. Sulteng diharapkan menjadi sentra produksi jagung nasional guna mendukung program swasembada jagung di Tanah Air.

 
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar