Pelanggaran lalu lintas di Sulteng selama operasi patuh Tinombala meningkat 21 persen

id Ops, sni, patuh

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto, S.IK, bersama Wakil Direktur Lalulintas Polda Sulteng AKBP Agustin S.Tampi, S.IP, M.PA dalam jumpa di Palu, Kamis (12/9).(ANTARA/Sulapto Sali)

Korban MD tidak mengalami perubahan 11 jiwa, tahun lalu juga 11 jiwa. Yang mengalami persentase tertinggi tahun ini yakni Polres Morowali, sedangkan Polres yang mengalami penurunan persentase yang signifikan yakni Polres Palu
Palu (ANTARA) - Sebanyak 9.411 kasus pelanggaran lalu lintas di Wilayah Sulawesi Tengah selama 14 hari Operasi Patuh Tinombala 2019, dan 2.096 diantaranya tidak menggunakan helm SNI. 

Jumlah tersebut meningkat 21 persen dibanding tahun sebelumnya sebanyak 7,726 kasus. 

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto, S.IK, dalam jumpa di Palu, Kamis, mengatakan, mereka telah diberi sanksi penilangan.

“Untuk pelanggaran tertinggi masih didominasi oleh pengguna sepeda motor. Salah satu pelanggarannya tidak menggunakan helm SNI sebanyak 2.096 kasus atau naik 1,55 persen dibanding tahun 2018 yang hanya 2.064,” jelasnya.

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Sulteng AKBP Agustin S.Tampi, S.IP, M.PA, mengatakan, jumlah pelanggaran lalu lintas selama Operasi Patuh 2019 ini, mengalami peningkatan sebesar 21 persen dibanding tahun lalu.

“Tahun ini pelanggar sebanyak 9.411 kasus dari wilayah Sulteng, sedangkan tahun lalu sebanyak 7,726 kasus. Juga penindakan tilang mengalami peningkatan yang tahun lalu hanya 7,569 kasus, tahun ini menjadi 9,110 kasus atau naik sebesar 20 persen,” katanya.

Dia juga menyebut, untuk jumlah persentase pelanggaran tertinggi, masih di wilayah hukum Polres Palu sebanyak 1874 kasus, naik 28,27 persen dibandingkan tahun 2018 sebanyak 1.461 kasus.

“Sedangkan yang mengalami persentase pelanggaran terendah yakni Polres Bangkep, hanya 139 kasus dibanding tahun lalu sebanyak 468 kasus atau turun 70 persen,” ujarnya.

Dia mengatakan, untuk laka lantas selama Operasi Patuh 2019 ini, secara umum mengalami penurunan dari tahun lalu, yang terjadi sebanyak 45 kasus. 

Sementara tahun ini terjadi 33 kasus, turun 12 kasus atau 26,67 persen.

“Korban MD tidak mengalami perubahan 11 jiwa, tahun lalu juga 11 jiwa. Yang mengalami persentase tertinggi tahun ini yakni Polres Morowali, sedangkan Polres yang mengalami penurunan persentase yang signifikan yakni Polres Palu,” jelasnya

“Kami berharap setelah pelaksanaan Operasi Patuh Tinombala ini dapat menimbulkan kesadaran dan kepatuhan, bukan takut sanksi tilang dan sebagainya, tetapi menjadi kebiasaan untuk menaati aturan sehingga keselamatan dalam berlalulintas,” tandasnya.***
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar