Legislator minta gubernur Sulteng buat kebijakan berdayakan tenaga kerja lokal

id DPRD Sulteng,Pemprov Sulteng,Gubernur

Legislator minta gubernur Sulteng buat kebijakan berdayakan tenaga kerja lokal

Anggota DPRD Sulteng dari Fraksi NasDem Ibrahim Hafid (ANTARA/Muhammad Hajiji)

Nah, inilah sesungguhnya fundamen ekonomi kita, inilah keunggulan dan keunikan karakter ekonomi Sulteng
Palu (ANTARA) - Anggota DPRD Sulawesi Tengah dari Fraksi NasDem, Ibrahim Hafid mengingatkan Gubernur Sulteng Longki Djanggola untuk membuat kebijakan yang memberdayakan tenaga kerja lokal secara menyeluruh.

"Kita harus memiliki perangkat kebijakan yang mampu melindungi, memberi ruang dan pemberdayaan bagi tenaga kerja kita secara menyeluruh," ucap Ibrahim Hafid, di Palu, Jumat.

Pernyataan Ibrahim Hafid mewakili Fraksi NasDem di DPRD Sulteng berkaitan dengan pidato Gubernur Sulteng Longki Djanggola tentang rancangan akhir perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016 - 2021.

Kata Ibrahim, Gubernur sebelum melangkah pada agenda selanjutnya, perlu menuntas problem terkait pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil, namun tidak sejalan dengan pengentasan pengangguran.

"Padahal dengan pertumbuhan ekonomi bisa menciptakan lapangan kerja yang bersumber dari investasi," sebut dia.

Baca juga : Ribuan tenaga kerja di Sulteng terdampak bencana

Pertumbuhan ekonomi Sulteng per Mei 2019 berada di angka 6,77 persen, lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yakni 5,37 persen.

Hal itu menunjukkan bahwa Sulteng memiliki potensi meski sebagian daerah mengalami musibah gempa, tsunami dan likuefaksi.

Sektor-sektor penting yang menyumbang pertumbuhan ekonomi antara lain seperti pertanian dengan komoditas kakao, kemudian pertambangan sebagai penyumbang lapangan usaha industri dan ekspor nikel mentah.

Berikutnya, industri pengolahan juga mendorong ekonomi Sulteng akibat tingginya nilai tambah hilirisasi lanjutan dari stenless stell dengan dua produk turunan yaitu hot rolled colled dan cold rolled coiled atau baja gulung dingin.

"Nah, inilah sesungguhnya fundamen ekonomi kita, inilah keunggulan dan keunikan karakter ekonomi Sulteng," sebut Ibrahim.

Tetapi fakta yang ada, investasi dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum memberikan ruang yang begitu besar bagi penyerapan tenaga kerja regional.

Hari ini, tingkat pengangguran terbuka Sulteng masih berada di kisaran, lebih dari tiga persen. Ini ironis, sebuah pekerjaan rumah yang harus dibereskan," katanya.
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar