Setahun bencana Sulteng : BNN ringkus pelaku narkoba di lokasi pengungsian korban bencana

id setahun,bencana,sulteng

Setahun bencana Sulteng : BNN ringkus pelaku narkoba di lokasi pengungsian korban bencana

Kepala BNN Kota Palu AKBP Abire Nusu (kiri) dan Kasi berantas BNN Palu AKP Gusti Bagus Ngurah Permadi, kanan dan tiga terduga pelaku di belakang (ANTARA/Sulapto Sali)

Kalau dari kami BNN Kota, ada tiga orang yang kami amankan dari lokasi pengungsian atau hunian sementara warga korban bencana alam lalu, itupun sudah lama sekitar bulan Januari 2019 lalu

Palu (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) meringkus tiga orang yang diduga sebagai pelaku penyalahgunaan narkoba di salah satu lokasi pengungsian korban gempa bumi dan likuefaksi yang terjadi 28 September 2018 lalu.



“Kalau dari kami BNN Kota, ada tiga orang yang kami amankan dari lokasi pengungsian atau hunian sementara warga korban bencana alam lalu, itupun sudah lama sekitar bulan Januari 2019 lalu,” kata Kepala BNN Kot Palu ABKP Abire Nusu, melalui Kasi Brantas AKP Gusti Bagus Ngurah Permadi, di Palu, Rabu.



Ia mengatakan, ketiga terduga pelaku yang diamankan tersebut, berinisial R yang berperan sebagai bandar dan perempuan E alias V yang juga kekasih R berperan mengatur keuangan, dan satu lagi lelaki inisial AW alias W.



“AW alias W merupakan sepupu dari R. AW alias W ini berperan melayani pembeli, menerima dan menyerahkan barang kepada pelanggan,” jelasnya.



Dikataknya, tiga orang terduga pelaku narkoba tersebut ditangkap di Jalan Kebun Sari, Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan.



Saat ditangkap, terduga pelaku inisial R sedang berada di tenda pengungsian tempat tinggalnya.



Di tenda itu, anggota BNN Kota Palu menemukan sembilan paket plastik bening berisi serbuk kristal yang diduga sabu-sabu seberat 5,70 gram.



Kemudian, diamankan pula lima buah alat isap sabu-sabu, bong, 13 buah korek api gas, tiga pak plastik pembungkus sabu-sabu yang kosong.



Dua buah timbangan digital, satu HP lipat hitam, satu tas kosmetik warna pink, satu sendok sabu-sabu dari potongan pipet, dua jarum sumbu dan dua kaca pireks.



Selanjutnya, ditangan pelaku AW, petugas mengamankan 23 paket plastik klip bening narkotika jenis sabu-sabu seberat bruto 4,05 gram yang ditemukan dalam tas samping warna coklat loreng.



Satu bungkus plastik klip bening diduga daun ganja kering seberat bruto 1,30 gram dan uang tunai Rp500 ribu.



“Dari penangkapan tersebut, tiga tersangka mengaku mendapatkan barang itu dari HR alias U yang merupakan narapidana narkoba di Lapas Petobo yang melarikan saat gempa 28 September 2018,” jelasnya.



Dia katakan, R sendiri diduga sudah lama menjadi bandar narkoba, yakni sejak 2016, bahkan R pernah ditangkap BNN Sulteng dalam kasus narkoba dengan status penguna.



BNN kata dia, hingga kini terus berupaya untuk menekankan peredaran narkoba di tenda-tenda pengungsian dan hunian sementara korban bencana.



Upaya-upaya yang dilakukan oleh BNN Kota Palu dengan melakukan sosialisasi langsung kepada warga, khususnya warga di lokasi pengungsian korban bencana alam agar tidak tergiur dengan barang haram tersebut.



“Juga membentuk satgas-satgas yang perperan mensosialisasikan bahaya narkoba, termasuk seperti Tatangga bersinar, jalan santai, dan ke sekolah-sekolah,” katanya.



“Kalau di situ tempat pengungsian rata-rata penjual, masih sampai saat ini. Barangnya diduga diambil dari seberang,” katanya.



Dia mengakui, pemberantasan narkoba dilokasi pengungsian ini cukup sulit, menginggat pelaku narkoba bekerja tidak kalah pintarnya dengan cara penegak hukum memburu mereka.



“Para pelaku ini juga punya intelnya, mereka mencurigai setiap pergerakan yang di sekitarnya. Orang baru atau kenderaan yang baru masuk di wilayah mereka, mereka curigai semua. Akhirnya ketika kita masuk, duluan bocor,” ujarnya.



“Masyarakat sendiri yang harus sadar bahaya narkoba,” tandasnya.***

Pewarta :
Editor : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar