Parigi Moutong siapkan tenaga kerja hadapi era revolusi industri 4.0

id Tenaga kerja, parigi moutong, industri 4.0

Parigi Moutong siapkan tenaga kerja hadapi era revolusi industri 4.0

Peserta pelatihan dan uji kompetensi keterampilan konstruksi dengan teknologi pembangunan panel rumah instan sederhana sehat (Risha), Selasa (10/9/2019). ANTARA/Rangga Musabab

Saat ini kami menyiapkan sebanyak 1.635 masyarakat dengan berbagai pelatihan keterampilan agar mereka mampu bersaing di dunia industri dalam maupun luar negeri di berbagai sektor
Parigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, sedang mempersiapkan masyarakatnya untuk menjadi tenaga kerja yang siap dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Parigi Moutong I Wayan Sariana, di Parigi Moutong, Minggu mengatakan di era persaingan global saat ini terjadi persaingan industri yang sangat kompleks sehingga dalam menghadapi perubahan iklim ketenagakerjaan dibutuhkan sumber daya yang mempuni agar mampu mengimbangi persaingan dunia kerja.

"Saat ini kami menyiapkan sebanyak 1.635 masyarakat dengan berbagai pelatihan keterampilan agar mereka mampu bersaing di dunia industri dalam maupun luar negeri di berbagai sektor, " ujar Wayan.

Menghadapi era revolusi industri 4.0, pemerintah pusat sebagaimana Nawacita Presiden Joko Widodo menetapkan empat upaya strategis antara lain kesiapan tenaga sumber daya manusia, pengembangan program E-Smart industri kecil dan menengah, menggalakkan penggunaan dan penguasaan teknologi digital serta pembangunan tempat inkubasi bisnis.

Dia menjelaskan, tahun 2019 pihaknya sedang menggodok berbagai kegiatan peningkatan kapasitas keterampilan agar mampu bersaing di era industri 4.0.

Apalagi, lanjutnya, masuknya teknologi informasi dan digital yang dapat diakses dengan mudah seluruh lapisan masyarakat sudah menjadi kebutuhan sekaligus tantangan bagi tenaga kerja lokal.

Untuk itu, ia juga mengemukakan bahasa pemerintah sudah sejak dini harus mampu membaca peluang dan perubahan-perubahan tersebut dengan menyiapkan strategi.

"Saat ini terealisasi baru 676 orang dilatih di berbagai bidang melalui pelatihan tenaga kerja berbasis kompetensi sebagai bentuk penguatan karakter menuju sumber daya berkualitas dengan kebutuhan penempatan kerja sebanyak 288 orang, " kata Wayan.

Selain itu, paparnya, pemerintah setempat juga melaksanakan pelatihan ketenaga kerjaan berbasis kebutuhan masyarakat yang melibatkan 128 orang kemudian pelatihan kewirausahaan melibatkan 40 orang, desain keterampilan tenaga kerja 20 orang dan pelatihan kewirausahaan sistem pendampingan 200 orang.

Di samping itu, ujar dia, ada juga program penempatan tenaga kerja pengangguran serta setelah pengangguran sekitar 850 orang yang terbagi dalam dua kelompok dengan pola padat karya 792 orang dan bursa kerja 58 orang.

"Kami juga sudah menyiapkan 109 orang untuk bekerja di luar negeri melalui pendaftaran di Nakertrans. Olehnya untuk memenuhi itu semua, pelamar harua mendapat persetujuan dari Perusahaan Jasa tenaga kerja indonesia (PJTKI)," kata Wayan.


 
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar