Polisi sebut dua Wabin aktor terbakarnya Lapas Perempuan Palu

id dua, terduga,aktor

Polisi sebut dua Wabin aktor terbakarnya Lapas Perempuan Palu

Para terduga pelaku saat digiring menuju Mapolres Sigi dalam jumpa pers, Selasa (8/10).(ANTARA/Sulapto Sali).

Sebelumnya, dari hari Jumat mereka melakukan pertemuan yang diaktori oleh dua terduga, dengan berbeda ada yang berperan sebagai pembakar, ada yang menyuruhnya, ada yang merusak dan ada yang membantu dan mengalihkan perhatian

Sigi (ANTARA) - Kepolisian Polres Sigi menyebut dua orang warga binaan (Wabin) sebagai aktor terbakarnya beberapa blok tahanan di Lapas Perempuan Klas III Palu, di Desa Maku, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Minggu (29/9).

“Yang aktor utama satu DPO atas nama Mona dan yang kedua atas nama Tentri,” kata Kapolres Sigi AKBP Wawan Sumantri, MH, dalam jumpa pers di Mapolres Sigi, Selasa.

Dijelaskan, kedua orang yang diduga sebagai aktor dalam terbakarnya Lapas Perempuan Klas III Palu, di Sigi ini, merupakan narapidana dalam kasus yang berbeda.

“Tentri sendiri merupakan narapida dalam kasus 340 yang terjadi tahun lalu, di wilayah Kabupaten Morowali, sementara Mona dalam kasus narkoba,” katanya.

Baca juga : Polisi tetapkan 10 Wabin tersangka pembakar Lapas Perempuan Palu

Dikatakannya, terduga tersangka Tentri atau inisial TSBS alias T, saat ini dimasukan ke dalam sel khusus di Lapas Perempuan Klas III Palu, di Sigi.

“Sementara untuk terduga tersangka lain mereka sudah dikembalikan ke dalam selnya masing-masing, dan Lapas sudah bisa digunakan pasca terbakar seminggu lalu,” katanya.

Kapolres katakan, terbakarnya Lapas itu diduga bersumber dari korek api yang digunakan para warga binaan untuk kerajinan tangan.
 
“Dari informasi pihak lapas korek api yang digunakan untuk membakar, mereka warga binaan ada kerajinan tangan membuat tas-tas gitu yang membutuhkan korek api. Jadi pihak lapas tahu bahwa ada korek api di situ untuk kerajinan tangan itu,” jelasnya.

Kemudian, ujar Kapolres, korek ini selanjutnya digunakan oleh para terduga melakukan aksinya dengan peran yang berbeda-beda sesuai hasil pertemuan yang telah dilakukan sebelumnnya.

“Sebelumnya, dari hari Jumat mereka melakukan pertemuan yang diaktori oleh dua terduga, dengan berbeda ada yang berperan sebagai pembakar, ada yang menyuruhnya, ada yang merusak dan ada yang membantu dan mengalihkan perhatian,” katanya.

Dia mengatakan proses hukum terhadap para terduga tetap berlanjut.

“Proses pembakaran ini juga jalan, nanti kalau sudah divonis, maka menambah hukuman yang dijalani saat ini, dan ancaman tertinggi sesuai Pasal 187 itu adalah 12 tahun,” tandasnya.

Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar