Kejati Sulteng limpahkan berkas terdakwa kasus tabung elpiji ke pengadilan

id kejati sulteng, kasu elpiji,palu

Kejati Sulteng limpahkan berkas terdakwa kasus tabung elpiji ke pengadilan

Petugas berada di dekat tumpukan tabung elpiji tiga kilogram yang disita di Mapolda Sulawesi Tengah di Palu, Jumat (17/5/2019). Unit Ditkrimsus Polda Suleng menyita sedikitnya 3.547 tabung elpiji dari sebuah tempat penampungan karena tidak memenuhi standar produk nasional Indonesia dan diduga palsu. Polisi masih berusaha menemukan 1.000 tabung yang sebagiannya sudah beredar di masyarakat. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/nz.

Palu (ANTARA) - Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah saat ini telah melimpahkan berkas perkara empat terdakwa kasus kepemilikan 3.547 tabung elpiji bersubsidi tiga kilogram yang tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia atau palsu ke Pengadilan Negeri kelas I Palu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sulteng Lucas J Kubela, di kota Palu, Rabu mengatakan dalam perkara itu terdapat empat terdakwa terlibat kasus tersebut ialah seorang pengusaha asal Surabaya, Jawa Timur Riady (37), Distributor tabung gas elpiji Palu Ibrahim Muslimin (40) dan Direktur PT Maju Teknik Utama (MTU) Edwiro Purwadi (67), serta Pemasaran Penjualan PT MTU Yanto Cahya Subuh (46).

"Berkas perkara kasus ini sudah dilimpahkan ke Pengadilan pada hari Selasa (15/10) sekitar Pukul 13.30 WITA beserta uang titipan senilai Rp300 juta sebagai jaminan penangguhan penahanan bagi keempat terdakwa, selanjutnya tinggal menunggu proses persidangan," ujar Lucas.

Kejati Sulteng saat ini tinggal menunggu tindak lanjut pihak pengadilan untuk menetapkan jadwal persidanga dan penetapan majelis hakim yang akan memeriksa dan memutuskan perkara kepemilikan ribuan tabung elpiji bersubsidi tidak berstandar SNI.

Dia menjelaskan, berkas yang telah masuk di pengadilan selanjutnya menjadi kewenangan hakim menetapkan penahanan terhadap keempat orang terdakwa. Atas perbuatan ke empat orang itu, mereka didakwa dengan Pasal 66 Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2014 tentang SNI serta Pasal 62 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Dikemukakannya, kasus kepemilikan sebanyak 3.547 tabung gas ukuran tiga kilogram diamankan petugas Subdit I Ditkrimsus Polda Sulteng beberapa waktu lalu berawal dari kegiatan pasar murah di Kota Palu. Di pasar murah itu salah seorang warga menukarkan tabung kosongnya kepada pihak penjual yang tidak sama dengan tabung dikeluarkan Pertamina.

Dari temuan tersebut, selanjutnya petugas Pertamina kemudian melaporkan kepada polisi untuk ditindaklanjuti.
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar