Satgas TMMD tingkatkan pengetahuan agama anak-anak di desa terpencil

id Tmmd, kodim 1306/donggala, Parigi moutong

Satgas TMMD tingkatkan pengetahuan agama anak-anak di desa terpencil

Seorang prajurit TNI Kodim 1306/Donggala yang juga anggota Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (Satgas TMMD) mengajari anak-anak ngaji di Desa Patingke, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong, Sabtu (26/10/2019). (ANTARA/HO- Satgas TMMD)

agar kelak akhlak mereka baik saat dewasa
Palu (ANTARA) - Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (Satgas TMMD) melaksanakan program peningkatan pengetahuan agama bagi anak-anak di desa terpencil di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. 

Komandan Kodim (Dandim) 1306/Donggala Kolonel Inf Widya Prasetyo mengatakan program itu dalam bentuk kegiatan mangajari anak-anak membaca Al Quran di Desa Patingke, Kabupaten Parigi Moutong.

"Menambah pengetahuan anak-anak tentang agama itu perlu dilakukan, agar kelak akhlak mereka baik saat dewasa," kata Widya di Palu, Minggu.

Dengan mengisi pemahaman agama sejak dini kepada anak-anak usia sekolah, sangat bermanfaat bagi individu anak itu sendiri. Serta merupakan bagian dari bentuk bhakti TNI kepada
rakyat.

Baca juga: Satgas TMMD kolaborasi BPBD sosialisasi kebencanaan
Baca juga: Pembangunan kantor tiga pilar program TMMD hampir rampung
 

Widya menjelaskan TMMD bukan hanya bergerak di bidang pembangunan infrastruktur desa sasaran. Program lainnya dimana para prajurit ikut terlibat penuh mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan berbagai kegiatan melalui pendekatan pendidikan dormal, non-formal maupun pendekatan agama. 

"Semua lini kami coba masuki, selagi ada ruang kami berupaya ikut terlibat, karena mencerdaskan kehidupan bangsa dan mensejahterakan masyarakat bagian dari program kemanunggalan diluar dari tugas pokok TNI, " tutur Widya. 

Selain mengajar membaca Al Quran, prajuritnya juga melatih murid-murid Sekolah Dasar tentang Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang benar di desa sasaran, sebagai upaya mengasah kedisiplinan anak-anak guna membangun karakter atau kepribadian yang tegas. 

"Meski hidup di wilayah terpencil, kami memiliki kewajiban dan tanggung jawab menambah wawasan mereka agar cara berfikir lebih maju, " kata Widya. /*
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar