Wamen buka Pasar Lelang Komoditas Agro ke-10 di Manado

id wamen perdagangan,PLKA

Wamen buka Pasar Lelang Komoditas Agro ke-10 di Manado

Wamen Perdagangan Jerry Sambuaga saat membuka PLKA di Sulut. (1)

PLKA mampu memutus mata rantai perdagangan yang cukup panjang sehingga akan lebih menguntungkan petani dan pembeli juga secara langsung
Manado (ANTARA) - Wakil Menteri (Wamen) Perdagangan RI Jerry Sambuaga membuka kegiatan Pasar Lelang Komoditi Agro (PLKA) ke-10 di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jumat.

"Membuka kegiatan PLKA dan bertatap muka dengan pelaku usaha, petani dan pedagang di Manado merupakan tugas pertama saya sebagai Wamen Perdagangan setelah dilantik akhir  Oktober 2019," kata Jerry di Manado, Jumat.

Jerry mengatakan siap menerima masukan serta kendala dalam perdagangan di Sulut.

"Saya harap semua dapat memanfaatkan ajang PLKA di Sulut karena mampu memberikan dampak luar biasa pada perdagangan," kata Jerry yang merupakan putra Sulut.

Ia berharap kegiatan PLKA ke-10 di Manado ini dapat memberikan manfaat yang besar kepada penjual dan pembeli.

Baca juga: Kemendag ajak pelaku usaha tingkatkan transaksi perdagangan komoditas
Baca juga: Petani Sulteng masih bertumpu pada komoditas kakao


Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Jenny Karouw mengatakan PLKA akan memutus mata rantai perdagangan sehingga penjual dan pembeli bisa mendapat keuntungan lebih.

Dia mengatakan komoditas perkebunan sangat diminati dalam PLKA seperti jagung ini, sehingga pihaknya berharap dapat dimanfaatkan oleh petani lainnya.

"PLKA mampu memutus mata rantai perdagangan yang cukup panjang sehingga akan lebih menguntungkan petani dan pembeli juga secara langsung," katanya.

Selain jagung, produk yang ditransaksikan yakni gula merah, dodol salak, gula semut dan kelapa, abon cakalang, kacang sangrai, dan keripik pisang.

Memang, katanya, harus diakui dalam PLKA masih didominasi oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah, dengan produk industri rumah tangga yakni pangan.

"Produk pangan laku terjual di PLKA karena sudah ada pasarnya yakni swalayan di Sulut," katanya.

Namun, katanya, pemerintah akan terus memfasilitasi para petani, pelaku UMKM agar datang dan ikuti ajang PLKA ini karena mampu menawarkan harga yang lebih baik.

Ke depan, katanya, pihaknya berharap peserta baik penjual, pembeli akan semakin banyak.

"Selain pasar lokal, dalam PLKA kami juga mengundang pasar domestik, sehingga harga pasti lebih bervariasi," jelasnya.
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar