Propam temukan keteledoran polisi tertembak di Polsek Sirenja

id polisi tembak,polres Donggala

Propam temukan keteledoran polisi tertembak di Polsek Sirenja

Salah satu korban anggota Polsek Sirenja yang tertembak menjalani perawatan di RS Bhayangkara, Jumat (8/11). (Dokhumas)

Bahwa terjadinya anggota yang kena peluru itu karena ketelodoran dari salah satu anggota pada saat membersihkan senjata, tidak mengunci dan mengeluarkan magazine
Palu (ANTARA) - Propam Polda Sulteng menemukan adanya keteledoran yang dilakukan oleh Aiptu Purwanto, anggota polisi Polsek Sirenja, Polres Donggala, saat membersihkan senjata sehingga mengakibatkan rekannya tertembak.

"Bahwa terjadinya anggota yang kena peluru itu karena ketelodoran dari salah satu anggota pada saat membersihkan senjata, tidak mengunci dan mengeluarkan magazine," kata Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto di Mapolda Sulteng, Senin (11/11).

Ia juga menerangkan bahwa proses hukum terhadap anggota Kepolisian yang teledor tersebut masih akan terus berlanjut, menunggu kedua anggota polisi yang tertembak tersebut pulih.

Pihak Propam Polda Sulteng juga telah memeriksa sejumlah saksi atas kasus tersebut.

"Masih berlanjut, cuman sekarang kan dua-duanya masih dirawat, belum bisa dilakukan pemeriksaan. Saksinya itu anggota kepolisian," jelasnya.

Baca juga: Kondisi dua Polisi tertembak mulai membaik
Baca juga: Dua polisi di Donggala alami luka tembak di kepala dan leher


Sebelumnya dua anggota polisi Sektor Sirenja, Polres Donggala, Sulawesi Tengah, harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Palu Setelah mengalami luka tembak di bagian leher dan kepala, pada Jumat (8/11).

Kondisi keduanya kini mulai membaik setelah satu polisi yang mengalami luka tembak yakni Aiptu Puwanto menjalani operasi pada Sabtu (09/11).

Sementara, satu polisi lainnya, yakni Aipda Nabud Salama harus dirujuk ke rumah sakit Bhayangkara di Kota Makassar, Sulawesi Selatan karena di Palu tidak ada dokter bedah mulut.***
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar