Pemkab Donggala kerja sama dengan WVI bangun Demplot padi organik

id donggala, wvi

Pemkab Donggala kerja sama dengan WVI bangun Demplot padi organik

Ilustrasi. Suasana diskusi dan melihat demplot pengelolaan lahan gambut berkelanjutan dengan pendekatan paludikultur di Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak Riau, Sabtu. ANTARA/Andi Jauhari/HO-Humas LTKL

Seluruh hasil panen akan dibeli oleh mitra sesuai harga yang layak
Donggala (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) bangun demonstrasi plot/demplot padi organik di daerah itu.

Pendamping WVI Palu, Ridwan Tumbengka di Donggala, Sabtu membenarkan kerja sama di sektor tanaman pangan tersebut sudah berlangsung beberapa bulan terakhir ini.

Demplot adalah salah satu bagian dari metode penyuluhan pertanian yang menjadi cara bagi penyuluh dalam menyampaikan materi penyuluhan pertanian kepada petani

Tahap pertama penanaman padi organik di Desa watatu, Kecamatan Banawa Selatan pada lahan seluas 1.000 hektare beberapa bulan lalu, kini telah berhasil dengan pencapaian produksi cukup menggembirakan.

Pada panen perdana, kata dia, produktivitas tanaman padi organik hasil kerja sama antara Pemkab Donggala dengan WVI telah menghasilkan gabah kering panen (GKP) sekitar enam ton per hektare.

Program tersebut, katanya, salah satu dari sejumlah kegiatan yang dilakukan WVI bersama pemerintah provinsi dan kabupaten. Kegiatan lainnya adalah budidaya jagung organik dan hasilnya juga cukup menggembirakan.

"Seluruh hasil panen akan dibeli oleh mitra sesuai harga yang layak," katanya..

Menurut dia, menyangkut pemasaran hasil pertanian tidak ada kendala karena sudah ada mitra yang akan menampungnya.

Bupati Donggala, Kasman Lassa sebelumnya mengatakan pemerintah daerah menggenjot pengembangan berbagai komoditi pangan yakni beras, jagung dan kedelai.

Ketiga jenis komoditi pangan yang mendapat perhatian pemerintah pusat dan daerah tersebut dalam beberapa tahun terakhir ini terus dikembangkan di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sulteng, teermasuk di Kabupaten Donggala sendiri.

Kabupaten Donggala merupakan salah satu lumbung pangan, khususnya beras dan selama ini sudah memberikan kontribusi besar terhadap pemenuhan stok beras nasional.

Setip tahunnya, Kabupaten Donggala memberikan kontribusi dalam kegiatan pengadaan beras untuk kebutuhan nasional yang dilakukan Perum Bulog Sulawesi Tengah.

Guna meningkatkan produksi beras, jagung dan kedelai di Kabuopaten Donggala, pemerintah membantu benih, pupuk dan obat-obatan kepada petani yang ada di daerah itu.

Menurut dia, peningkatan produksi petani, kata Bupati Kasman Lassa tentu tidak terklepas dari ketersediaan benih unggul, pupuk dan juga obat-obatan.

Karena itu, Pemkab Donggala melalui dinas terkait terus berupaya keras melakukan berbagai kegiatan di lapangan agar petani tetap bersemangat dan mengikuti petunjuk teknis dalam mengembangkan usaha tani agar hasil yang diperoleh semakin meningkat.

Peningkatan produksi tentu terjadi ketika produktivitas tanaman yang dikembangkan meningkat. Produktivitas meningkat, karena didukung oleh benih yang bagus dan penggunaan pupuk dan obat-obatan yang memadai.

Secara keseluruhan Pemprov Sulteng pada musim panen 2019 ini berharap produksi beras,jagung dan kedelai bisa meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

Namun karena bencana alam gempa bumi,tsunami yang terjadi pada 28 Seprtember 2018 di sejumlah daerah terdampak seperti Donggala, Sigi, dan Kota Palu sendiri dipastikan sangat berpengaruh besar terhadap pencapaian target hasil panen petani.

Sebagai satu contoh, ada sekitar 8.000 hektare lahan pertanian di Kabupaten Sigi yang tidak bisa diolah karena irigasi hancur total diterjang gempa dan membutuhkan waktu dua tahun untuk memperbaiki kembali jaring-jaring air yang rusak tersebut.

Otomatios selama dua tahun ini, petani tidak bisa menggarap lahan pertanian secara maksimal, sebab terkendala air. 


 
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar