Tahun 2019 Pertamina alokasikan 12.000 metrikton elpiji bersubsidi untuk Palu

id Elpiji, Pertamina, palu

Tahun 2019 Pertamina alokasikan 12.000 metrikton elpiji bersubsidi untuk Palu

Petugas menata tabung elpiji ukuran tiga kilogram bersubsidi yang ditukarkan oleh warga dalam operasi pasar di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (22/5/2019). (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/aww)

Mengingat elpiji sudah menjadi kebutuhan dasar maka kami selalu berupaya memenuhi kebutuhan tersebut
Palu (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) mengalokasikan 12.234 metrikton elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram untuk Kota Palu, Sulawesi Tengah, selama 2019.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII Sulawesi Hatim Ilwan saat dihubungi dari Palu, Senin, mengatakan elpiji tiga kilogram dikhususkan bagi masyarakat dengan penghasilan rendah yang mendapat jaminan subsidi dari pemerintah masih menjadi andalan konsumsi harian.

"Mengingat elpiji sudah menjadi kebutuhan dasar maka kami selalu berupaya memenuhi kebutuhan tersebut," ujar Hatim.

Dia menjelaskan, untuk elpiji ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram, Pertamina tidak membatasi kuota setiap daerah karena tergolong non-subsidi sehingga model penjualan bisa dilakukan di gerai-gerai tanpa melalui pangkalan resmi.

Meski saat ini Palu dalam kondisi pemulihan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa, tsunami dan likuefaksi namun tingkat konsumsi elpiji bersubsidi cukup meningkat.

Menurut dia, Ibu Kota Sulawesi Tengah merupakan daerah tertinggi pengalokasian elpiji tiga kilogram oleh Pertamina di provinsi tersebut dengan kuota 12.234 metrikton berdasarkan perhitungan teknis dan tingkat kebutuhan masyarakat.

"Distribusi elpiji tiga kilogram lancar, saat ini tidak ada kendala penyaluran dan kuota tercukupi. Kami juga terus melakukan pengawasan pendistribusian di tingkat agen dan pangkalan, agar produk ini benar-benar bisa dirasakan mereka yang berhak," katanya.

Dia mengimbau, masyarakat tidak khawatir dan resah menanggapi isu-isu kelangkaan elpiji, sebab Pertamina telah menjamin ketersediaan pasokan selama setahun, termasuk melarang penjualan produk bersubsidi di kios/warung yang bukan pangkalan resmi.

Berdasarkan penetapan pemerintah, Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji tiga kilogram di Kota Palu Rp16.000 per tabung.

"Pangkalan jangan menjual elpiji di atasi HET yang telah ditetapkan pemerintah. Jika ditemukan maka pangkalan bersangkutan mendapat sanksi sesuai ketentuan perjanjian kerja sama," katanya.

Berdasarkan data Pertamina, tahun ini Sulawesi Tengah mendapat jatah kuota elpiji tiga kilogram sebanyak 47.311 metrikton dan Palu sebagai daerah dengan alokasi tertinggi dari 12 kabupaten di provinsi tersebut.

Baca juga: Pertamina jamin stok elpiji bersubsidi di Sulteng aman
 
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar