Masa tanam padi Parigi Moutong tidak berubah, meski musim kemarau

id padi,kemarau, sawah,parigi moutong,masa tanam,jadwal tanam

Masa tanam padi Parigi Moutong  tidak berubah, meski musim kemarau

Petani Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mengemas gabah kering panen (GKP) ke dalam karung setelah dipanen menggunakan dores, Senin (25/11/2019). (ANTARA/Moh Ridwan)

Peralihan musim atau iklim tidak mempengaruhi jadwal tanam sesuai kesepakatan masing-masing kelompok tani. Itu artinya petani tidak terganggu dengan kondisi cuaca ekstrim
Parigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mengatakan musim kemarau beberapa bulan terakhir di daerah itu tidak mengubah masa tanam tanam padi di wilayah tersebut guna mendorong peningkatan produksi pangan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Parigi Moutong Nelson Metubun di Parigi, Senin mengatakan petani di kabupaten itu tetap konsisten menanam padi di lahan persawahan mereka berdasarkan jadwal musim tanam dan musim panen.

"Peralihan musim atau iklim tidak mempengaruhi jadwal tanam sesuai kesepakatan masing-masing kelompok tani. Itu artinya petani tidak terganggu dengan kondisi cuaca ekstrim," ujar Nelson yang juga mantan Kepala Badan Ketahanan Parigi Moutong.

Menurutnya, secara umum kemarau sangat mempengaruhi sistem pengelolaan pertanian, namun tidak demikian dengan petani Parigi Moutong sebab di daerah itu masih memiliki banyak sumber cadangan air untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan persawahan milik petani.

Dia mengaku, pada musim tanam April-September 2019, sejumlah petani tidak menggarap sawah mereka untuk menanam padi, karena sedang dilakukan perbaikan irigasi, sehingga petani memilih mengalihkan sementara menanam jagung dan melon.

"Bukan karena dampak kemarau. Di Kecamatan Sausu misalnya, sekitar 450 hektare lahar persawahan dialihkan untuk tanaman yang tidak membutuhkan air terlalu banyak. Jika pekerjaan perbaikan irigasi selesai, petani kembali menanam padi," ungkap Nelson.

Dia menjelaskan, sektor pertanian masih menjadi andalan kabupaten itu untuk menopang pertumbuhan ekonomi daerah serta sebagai penyanggah ketahanan pangan Sulawesi Tengah melalui sejumlah komoditas unggulan antara lain padi dan jagung pada tanaman pangan.

Oleh karena itu, pemerintah setempat terus berupaya meningkatkan produksi padi sawah agar bisa mencapai target yang sudah ditetapkan, salah satunya lewat program cetak sawah baru seluas 200 hektare yang melibatkan sekitar delapan kelompok tani di kabupaten itu.

"Produksi padi sawah dan ladang Parigi Moutong ditargetkan sebesar 276.941 ton dari luas tanam 55.166 hektare dan target luas panen tahun ini seluas 52.539 hektare dengan produktivitas 52,71 kuintal per hektare, " kata dia 

Selain padi, pemerintah juga menargetkan luas tanam jagung sebesar 13.718 hektare dengan luas panen 13.065 hektare dan produktivitas sebanyak 48,28 kuintal per hektare serta produksi diperkirakan mencapai 63.076 ton per tahun.

Baca juga: Petani Parigi Moutong mulai tanam padi di sawah yang baru dicetak
Baca juga: Parigi Moutong targetkan luas tanam padi menjadi 4.833 ha
Baca juga: Jadwal tanam dan panen padi di Parigi Moutong terus berlangsung
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar