Parigi Moutong realisasi daerah tertinggi penerus dana Readsi

id Dana hibah, pertanian, Parigi moutong

Parigi Moutong realisasi daerah tertinggi penerus dana Readsi

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Parigi Moutong Nelson Metubun (kanan). ANTARA/Moh Ridwan

Pada realisasi tahap satu senilai Rp1,22 miliar dan tahap dua senilai Rp1, 25 miliar dengan total keseluruhan Rp,.47 miliar atau 92 persen
Parigi (ANTARA) - Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah dinilai sebagai daerah tertinggi realisasi anggaran penerus hibah senilai Rp2,47 miliar pada program 'Rural Empowerment Agricultural Development Scaling Up Initiative' (READSI) tahun 2019 dari 18 kabupaten se-Indonesia sebagai pelaksana program tersebut.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebuban Parigi Moutong Nelson Metubun di Parigi, Rabu mengatakan dana hibah bersumber dari APBN melalui DIPA Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan di alokasikan kepada Parigi Moutong senilai Rp2,69 miliar.

"Pada realisasi tahap satu senilai Rp1,22 miliar dan tahap dua senilai Rp1, 25 miliar dengan total keseluruhan Rp,.47 miliar atau 92 persen," ujarnya.

Atas prestasi itu, lanjutnya, Parigi Moutong diberikan penghargaan oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dengan predikat peringkat satu dari 18 kabupaten se-Indonesia pelaksana program READASI yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat pada Selasa (3/12).

Dia menjelaskan, program READSI telah berlangsung di lima kabupaten di Sulteng, salah satunya Parigi Moutong. Di mana tujuan program pemerintah pusat tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga tani miskin di wilayah sasaran.

"Selain itu sebagai bentuk pemberdayaan rumah tangga petani di pedesaan, baik secara individu maupun secara kelompok di sektor pertanian dan non-pertanian, serta meningkatkan taraf hidup mereka secara berkelanjutan," ujar Nelson.

Dia mengatakan, implementasi penyaluran dana ke daerah menggunakan mekanisme penerusan hibah. Pelaksanaan mekanisme keuangan merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan nomor 224/PMK.7/2017 yang mengatur tentang pengelolaan dana hibah dari pemerintah pusa kepada pemerintah daerah.

Komoditas sasaran program READSI diarahkan pada tanaman pangan yakni padi dan jagung, kemudian tanaman perkebunan kelapa, cengkeh dan kakao termasuk tanaman hortikultura serta pemanfaatan pekarangan.

"Lokasi sasaran berada di 12 kecamatan terdiri dari 10 desa lama dan 10 desa baru dengan sasaran 152 kelompok terdiri dari desa lama 80 kelompok, desa baru 72 kelompok serta kepala keluarga yang terintervensi program READSI selama lima tahun sebanyak 3.725 KK, " tutur Nelson.

Dia menambahkan, selama lima tahun terakhir Parigi Moutong mendapat alokasi dana hibah sebesar Rp15, 04 miliar untuk pelaksanaan program tersebut.
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar