Pemkot inisiasi pembentukan koperasi UMKM mudahkan pelaku usaha

id UMKM, koperasi, palu

Pemkot inisiasi pembentukan koperasi UMKM mudahkan pelaku usaha

Seorang konsumen sedang pemperhatikan produk bawang goreng di salah satu gerai oleh-oleh khas Palu, Kamis (17/10/2019). (ANTARA/Moh Ridwan)

Perlu kolaborasi dibangun antara UMKM dan koperasi, cara-cara seperti ini lebih mudah serta potensial mendatangkan keuntungan yang cepat, di samping itu juga membuka lapangan kerja untuk menyerap tenaga kerja baru guna mengurangi pengangguran
Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah menginisiasi pembentukan koperasi berbasis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) guna mengakomodasi dan memudahkan pelaku usaha mikro menjual produk mereka. 

Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Kota Palu Setyo Susanto, di Palu, Senin mengatakan koperasi UMKM merupakan satu wadah untuk menampung produk UMKM sebelum dipasarkan keluar agar perputaran ekonomi lebih cepat serta proses penjualan secara kolektif.

"Kami coba memunculkan koperasi produsen sebagai langkah merangkul pelaku usaha untuk memasarkan produk mereka baik secara lokal maupun nasional," ungkap Setyo.

Dia menjelaskan, dari 218 koperasi yang tercatat oleh pemerintah kota, 60 persen merupakan koperasi simpan pinjam dan 38 persen lainnya sebagai koperasi serba usaha yang kebanyakan hanya memenuhi kebutuhan anggota.

Baca juga: Kota Palu anggarkan Rp2 miliar untuk pengembangan UKM-Koperasi tahun 2020
Baca juga: Sigi tingkatkan ekonomi petani melalui koperasi tani


Menurut dia, Koperasi UMKM dinilai mampu menjangkau pasar luar sehingga sangat potensial jika pelaku usaha mikro maupun kecil ikut tergabung, sebab koperasi UMKM sebagai sarana memfasilitasi para pelaku usaha mikro untuk penjualan produk dengan permintaan pasar yang cukup banyak.

Dikatakannya, kelompok atau pelaku usaha harus berani mengambil langkah menciptakan satu produk yang menjadi kebutuhan khalayak luas yang bersumber dari bahan baku lokal, disamping itu sebagai upaya menekan ongkos produksi.

"Biasanya permasalahan dihadapi pelaku usaha mikro menyangkut pemasaran, modal dan bahan baku," kata dia menambahkan.

Pemkot menilai, peluang bisnis di Palu cukup besar hanya saja sebagian pelaku usaha masih cenderung melihat pasar instan, dimana satu produk cepat laku terjual namun masanya tidak bertahan lama, olehnya pemerintah memfasilitasi melalui koperasi sebagai pintu masuk untuk memasarkan produk mereka.
  
Setyo berharap, bagi kelompok usaha atau produsen yang memiliki keterampilan di bidang penghasil produk perlu meningkatakan jumlah produksinya, sedangkan di sisi pemasaran menjadi tanggung jawab koperasi menawarkan barang kepada konsumen, hal ini dimaksud agar proses perpuratan ekonomi cepat.   

"Perlu kolaborasi dibangun antara UMKM dan koperasi, cara-cara seperti ini lebih mudah serta potensial mendatangkan keuntungan yang cepat, di samping itu juga membuka lapangan kerja untuk menyerap tenaga kerja baru guna mengurangi pengangguran," tutur Setyo.***
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar