Menkeu Sri Mulyani minta calon ASN lulusan PKN STAN berkontribusi jaga uang negara

id Sri Mulyani,Orientasi ASN,Kemenkeu

Menkeu Sri Mulyani minta calon ASN lulusan PKN STAN berkontribusi jaga uang negara

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Orientasi Calon ASN Kemenkeu di lapangan Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (11/12/2019). (ANTARA/AstridFaidlatulHabibah)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta para lulusan PKN STAN yang telah lolos menjadi calon Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Keuangan untuk turut berkontribusi menjaga keuangan negara.

Hal tersebut disampaikan pada acara orientasi bagi 3.252 orang calon ASN Kemenkeu yang merupakan lulusan dari Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) di lapangan Tennis Indoor Senayan Jakarta, Rabu.

“Saya titipkan harapan kepada para CPNS baru Kemenkeu, selamat datang. Hari ini Anda semua resmi masuk menjadi keluarga kami,” katanya.

Sri Mulyani mengatakan para calon ASN Kemenkeu tersebut resmi menjadi penjaga dan pengelola keuangan negara sehingga diwajibkan untuk menanamkan nilai-nilai dasar yaitu integritas, profesionalisme, sinergi, pelayanan, dan kesempurnaan dalam menjalankan tugas.

“Kita setiap tahun membuat dan menyusun APBN yang itu disampaikan kepada DPR oleh Presiden lalu dibahas dan ditetapkan jadi UU,“ ujarnya.

Ia menegaskan APBN dan keuangan negara bukan merupakan tujuan namun sebagai alat negara yang digunakan oleh pemerintah untuk mencapai tujuan masyarakat Indonesia yang lebih baik dalam segala aspek berkehidupan sehingga harus benar-benar dijaga.

“Kalau pergi dan dikasih orang tua motor itu adalah alat untuk menjalankan tugas kalian jadi alat itu harus dijaga kesehatannya, kredibilitasnya, akurasinya dan pertanggungjawabannya,” tegasnya.

Ia menuturkan mereka juga akan ditugaskan mengumpulkan penerimaan negara termasuk melalui pajak yang merupakan salah satu tugas berat sebab akan berpengaruh pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Ini adalah keluarga Kemenkeu yang mengelola keuangan negara, kita kumpulkan rupiah per rupiah dari WP dan dunia usaha,” katanya.

Sri Mulyani menjelaskan melalui maksimalnya penerimaan negara melalui pajak serta pengelolaan APBN yang efektif dan efisien maka akan menunjang berbagai program pemerintah dalam rangka meningkatkan pembangunan Indonesia.

“Gaji polisi, jalan yang kalian lewati, dosen-dosen PKN STAN, petani di daerah, gedung-gedung di GBK ini semua menggunakan uang negara,” ujarnya.

Tak hanya itu, Sri Mulyani pun menekankan bahwa dengan adanya keuangan negara yang sehat juga bisa menjadikan para calon ASN Kemenkeu tersebut sebagai warga negara yang setia kepada Pancasila dan UUD 1945.

“Dalam pembukaan UUD 1945 dicantumkan mengapa Indonesia lahir yaitu bertujuan untuk menciptakan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Kita berjuang untuk muncul keadilan sosial jadi saya harap kalian semua segera meresapi apa arti masuk Kemenkeu,” katanya.


Baca juga: Kemenkeu masih tunggu jumlah pasti desa fiktif dari Kemendagri
Baca juga: Menkeu selidiki kemungkinan pembawa Harley ilegal
Baca juga: Menkeu: Realisasi belanja negara hingga Oktober 2019 sebesar Rp1.798 triliun

Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar