BI : Sinergitas kunci pengembangan sektor pariwisata Sulteng

id BI,BI Sulteng

BI : Sinergitas kunci pengembangan sektor pariwisata Sulteng

Danau Paisupok salah satu objek wisata di Sulawesi Tengah. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki/nz)

Dan semua lokasi wisatanya kelas atas seperti Danau Poso, Danau Tambing, Kepulauan Togean dan lain-lain. Nah makanya kami mencoba merangkul semua pihak terkait agar bekerja kompak
Palu (ANTARA) - Sinergitas menjadi kunci pengembangan sektor pariwisata Sulawesi Tengah (Sulteng), karena daerah ini memiliki potensi di sektor pariwisata yang sangat menjanjikan terhadap peningkatan pendapatan daerah dan perekonomian masyarakat apalagi ramah lingkungan.

Namun, menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulteng, Abdul Majid Ikram potensi tersebut belum dikelola dengan baik dan optimal oleh berbagai pihak, terutama oleh pemerintah provinsi, kota dan kabupaten.

"Kuncinya adalah sinergitas. Namun belum ada sinergitas yang baik dari berbagai pihak terkait, padahal potensinya ada," katanya di Palu, Senin.

Ia yakin jika sinergitas mulai dari pemerintah daerah selaku pemangku kebijakan, pengusaha dan masyarakat terjalin dan terbangun, maka Sulteng dapat sejajar dengan daerah-daerah di Indonesia yang sudah lebih dulu menggunggulkan sektor pariwisata sebagai pendongkrak perekonomian daerah dan masyarakat.

"Karena itu kami mendorong potensi ekonomi alternatif, salah satunya dari sektor pariwisata. Di Sulteng kita tidak usah cari lokasi wisata, semua sudah ada. Tinggal kita buktikan (promosikan) ke luar dan kembangkan," jelasnya.

Baca juga: Pemkot Palu membolehkan kawasan Teluk Palu untuk pengembangan sektor jasa
Baca juga: Puluhan pulau di Togean dimanfaatkan menjadi destinasi wisata


Apalagi, lanjutnya semua lokasi wisata baik yang belum terjamah maupun sudah tersentuh oleh masyarakat dan pemerintah daerah sangat menarik dan memiliki potensi yang menjanjikan.

"Dan semua lokasi wisatanya kelas atas seperti Danau Poso, Danau Tambing, Kepulauan Togean dan lain-lain. Nah makanya kami mencoba merangkul semua pihak terkait agar bekerja kompak," terangnya.

Apalagi, sambungnya tenaga kerja yang dapat terserap di sektor pariwisata dari berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari yang tidak memiliki pendidikan hingga pendidikan tinggi dapat bekerja di sektor itu, tidak seperti sektor-sektor lainnya yang biasanya selalu hanya mengkhususkan keahlian dan kualifikasi pendidikan tertentu.

Ke depan, ia mengatakan BI juga akan berupaya menyelaraskan visi antarkepala daerah dalam rangka meningkatkan sektor pariwisata Sulteng.

"Mudah-mudahan 2020 akhir, banyak pemimpin akan berganti. Visinya akan coba kami selaraskan, baik ditingkat provinsi, kota hingga kabupaten," tambahnya.
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar