Megawati akhirnya ditetapkan jadi Ketua DPRD Morut, bupati tidak hadiri acaranya

id Morowali Utara,Morut,dprd morut,bupati morut

Megawati akhirnya ditetapkan jadi Ketua DPRD Morut, bupati tidak hadiri acaranya

Ketua DPRD Morowali Utara yang definitif dari Partai Golkar Hj. Megawati Ambo Assa, S.IP (ANTARA/HO-Michael Sorisi)

....rekomendasi dari DPP Golkar tersebut tidak diproses karena tidak berkenan di hati Aptripel...
Palu (ANTARA) - Setelah terkatung-katung selama tiga bulan lebih, kader Partai Golkar Hj. Megawati Ambo Asa, S.IP akhirnya ditetapkan sebagai ketua yang definitif di DPRD Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah.

Penetapan itu dilakukan dalam rapat paripurna DPRD setempat yang dipimpin Wakil Ketua I H.Idham Ibrahim, MSE di Kolonodale, Senin (13/1). Rapat hanya dihadiri 15 dari 25 anggota DPRD Morut.

Bupati Morut Aptripel Tumimomor yang selama ini menolak menyetujui Megawati menjadi Ketua DPRD Morut tidak hadir dalam acara tersebut namun mengutus Sekretaris Daerah Musda Guntur untuk mewakilinya. Beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga tampak hadir.

Sidang tersebut diawali pembacaan surat keputusan penetapan Megawati sebagai Ketua DPRD Morut periode 2019- 2024 yang dibacakan Sekretatis DPRD Morut Mislihaty Poea.

Dengan ditetapkannya Megawati sebagai Ketua DPRD yang definitif, maka berakhir sudah kemelut politik yang cukup tajam di internal Partai Golkar mengenai siapa yang akan mewakili partai berlambang pohon beringin ini menduduki kursi Ketua DPRD Morowali Utara.

Kemelut tersebut telah meminta 'korban' dengan dicopotnya Ir Aptripel Tumimomor, MT dari kursi Ketua DPD Golkar Morut karena dinilai membangkang dan tidak loyal terhadap keputusan pimpinan partai.
Ketua DPRD Morowali Utara Hj. Megawati Ambo Assa, S.IP dalam sebuah rapat (ANTARA/HO-Michael Sorisi) (ANTARA/HO-Michael Sorisi)

Sesuai ketentuan, kursi Ketua DPRD Morut 2019-2024 merupakan jatah Partai Golkar selaku pemenang Pemilu 2019 di Morut. Untuk itu, Ketua DPD Partai Golkar Morut saat itu Aptripel Tumimomor yang juga Bupati Morut, bersikeras menetapkan Hj. Warda Dg. Mamala, SE sehingga Megawati Ambo Assa yang direkomendasi DPP Partai Golkar tidak bisa dilantik karena tidak dikehendaki Aptripel Tumimomor.

Padahal, nama Megawati sendiri dipilih oleh DPP Partai Golkar dari empat nama yang diusulkan Pengurus DPD Golkar Morut yang diketuai Aptripel. Keempat nama yang diusulkan Aptripel itu adalah H.Abudin Halilu, SH, Hj. Megawati Ambo Assa, S.IP, Hj. Warda Dg. Mamala, SE dan Yaristan Palesa, SH. 

Ternyata hingga waktu pelantikan pimpinan DPRD Morut tanggal 7 Oktober 2019, rekomendasi dari DPP Golkar tersebut tidak diproses karena tidak berkenan di hati Aptripel. Akibatnya pelantikan dan pengukuhan pimpinan DPRD Morut saat itu hanya melantik dua wakil ketua definitif yakni H. Idham Ibrahim (Nasdem) dan H. Safri (PKB). Sedangkan kursi ketua definitif sampai Senin (13/1) tetap kosong.

Akibat pembangkangan tersebut, pimpinan Golkar Provinsi Sulteng akhirnya mencopot Aptripel Tumimomor dari kursi Ketua DPD Golkar Morut dan menunjuk H.Zainal Abidin Ishak selaku Pelaksana tugas Ketua dan Waris Kandori sebagai sekretaris dan Megawati sebagai bendahara, hingga terpilih pengurus definitif hasil musda.

Menghadapi Pilkada 2020 yang sedang berproses, Aptripel Tumimomor yang akan maju sebagai calon petahana ikut mendaftarkan diri menjadi bakal calon bupati di Partai Golkar Morut yang dulu dipimpinnya itu.

Baca juga: Aptripel Tumimomor daftarkan diri sebagai calon bupati Morut ke Partai Golkar
Baca juga: Aptripel: kalau mau panjang karirmu...loyal-lah

 
Aptripel Tumimomor (kanan) dan Sekretarif DPC Golkar Morut Waris Kandori (kiri kedua), Sabtu (28/12/2019) di Kolonodale, memperlihatkan berkas usai penyerahan dokumen kelengkapan berkas administrasi Aptripel Tumimomor sebagai bakal calon bupati yang akan diproses di Partai Golkar. ANTARA/Rolex Malaha
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar