Pemkot Palu siapkan 100 hektare lahan penangkaran bawang

id Lahan pertanian, bawang, IKM bawang goreng, palu

Pemkot Palu siapkan 100 hektare lahan penangkaran bawang

Wali Kota Palu, Hidayat. (ANTARA/Moh Ridwan)

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah menyiapkan sekitar 100 hektare lahan penangkaran bawang varietas unggul Lembah Palu untuk mendukung ketersediaan bahan baku bawang goreng khas daerah itu.

Wali Kota Palu Hidayat, di Palu, Kamis mengatakan penyediaan lahan penangkar bawang varietas unggul sebagai upaya pemerintah memenuhi kebutuhan bahan baku yang selama ini menjadi keluhan pelaku usaha bawang goreng karena ketersediaannya tidak memadai.

"Hadirnya penangkar diharapkan Industri Kecil Menengah yang konsen terhadap usaha bawang goreng tidak lagi kesulitan mencari bahan baku," ujar Hidayat.

Pengembangan komoditas bawang varietas unggul Palu diarahkan di empat wilayah Kecamatan Mantikulore yakni Kelurahan Laswani, Tanahmodindi dan Poboya serta Kawatuna sebagai sentra.

Menurut wali kota, pengembangan usaha bawang goreng harus seimbang antara hulu dan hilir sehingga kegiatan industri rumahan tetap berjalan lancar. Karena pasar bawang goreng khas Palu saat ini menunjukan progres yang baik.

Saat ini petani setempat sudah memanfaatkan sekitar 40 hektare lahan pertanian untuk penangkaran, dimana Pemkot Palu juga telah mengintervensi dengan peralatan pendukung dua unit traktor tangan untuk kegiatan penggarapan lahan.

"Rencananya PT Citra Palu Mineral (CPM) perusahaan bergerak di bidang pertambangan akan membantu pengadaan air untuk mengairi lahan-lahan pertanian," kata Hidayat menambahkan.

Wali kota menilai, jika 100 hektare lahan pengembangan komoditas bawang terealisasi, maka kebutuhan bahan baku bawang goreng cukup dan pelaku usaha tidak lagi khawatir.

Sepanjang 2019, pengusaha bawang goreng di Ibu Kota Sulawesi Tengah mengalami penurunan produksi, akibat dampak bencana gempa, tsunami dan likuefaksi yang merusak lahan pertanian sehingga memicu stok bahan baku berkurang.

M Suwarno, salah seorang pelaku IKM bawang goreng di Palu beberapa waktu lalu mengatakan produksi mereka mengalami penyusutan hingga 50 persen lantaran kekurangan stok bahan baku.

"Kami berharap pada 2020 ini tidak lagi kesulitan bahan baku sehingga pengusaha bawang goreng bisa meningkatkan kembali prodiksi mereka," katanya.

Untuk bahan baku, pelaku usaha tidak sembarang menggunakan bawang karena akan mempengaruhi citarasa, olehnya bahan baku digunakan yakni komoditas lokal varietas Lembah Palu yang sudah diakui kualitasnya oleh Kementerian Pertanian.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar