Petani Sigi kembali olah lahan pertanian hadapi musim hujan

id Petani sigi

Petani Sigi kembali olah lahan pertanian hadapi musim hujan

Sejumlah petani mengamati traktor tangan bantuan pemerintah usai diserahterimakan di Desa Soulove, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Bantuan alat mesin pertanian berupa 16 unit traktor tangan tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap petani serta diharapkan dapat memaksimalkan produksi pertanian untuk kesejahteraan petani. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/wsj.

Sigi (ANTARA) - Sejumlah petani di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah terlihat mulai mengolah lahan terdampak bencana alam gempa di daerah itu menyusul datangnya musim hujan.

Agus (59), seorang petani di Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Jumat mengatakan mencoba untuk menggarap lahan pertanian yang sebelumnya terdampak parah gempa untuk menanam beberapa komoditi hortikultura.

Dahulu sebelum gempa bumi 7,4 SR terjadi pada 28 September 2018 dan menerjang lebih 700 hektare lahan persawahan di Kabupaten Sigi, petani menanam padi karena didukung irigasi yang memadai.

"Tapi ketika terjadi bencana dan irigasi rusak total, sebagian besar petani tidak lagi menggarap lahan pertanian mereka," kata dia.

Namun setelah musim panas berakhir dan kini memasuki musim basah, petani mulai mengolah areal pertanian untuk menambah pendapatan keluarga mereka.

"Saya pun sudah kembali menggarap, meski hanya berharap tadah hujan," ujarnya.
Karena belum ada irigasi, maka tanaman yang dikembangkan pula disesuaikan dengan kondisi yang ada. Komoditi-komoditi yang ditanam antara lain, jagung, tomat, cabai, bawang dan terong.

Menurut dia, yang penting tanaman bisa tumbuh bagus sampai masa panen tiba.
Petani berharap pekerjaan perbaikan irigasi Gumbasa yang rusak total diterjang gempabumi dan likuefaksi tersebut bisa selesai tepat waktunya.

Hal senada juga disampaikan Suban, petani asal Desa Jonoge, Kecamatan Sigibiromaru. Ia mengatakan lahan seluas setengah hektare sudah ditanami jagung.

Sebelumnya, lahan hanya dibiarkan saja, sebab pasca gempabumi tidak ada air sebab irigasi rusak total. D

Di samping itu bertepatan juga dengan musim kemarau, petani enggan mengolah lahan, karena khawatir gagal panen.
Tetapi sekarang ini, sudah banyak petani yang mengolah lahan pertanian mereka seiring datangnya musim hujan, meski irigasi belum berfungsi.

Irigasi Gumbasah yang selama ini mengairi sawah di sejumlah kecematan di Kabupaten Sigi sedang dalam perbaikan dan ditarget dalam dua tahun ke depan ini bisa rampung seluruhnya.

Ada empat wilayah di Kabupaten Sigi yang selama ini mendapat pasokan air untuk lahan pertanian dari irigasi Gumbasa yakni Dolo, Gumbasa, Tanambulava, Sigibiromaru.

Empat kecamatan di Kabupaten Sigi tersebut selama ini merupakan sentra produksi tanaman pangan dan hortikultura.

Sebagian dari hasil panen petani hortikultura dipasarkan ke Kaltim.

Sigi, salah satu daerah di Sulteng yang juga terdampak bencana alam gempabumi 7,4 SR yang juga menimbulkan likuefaksi di dua kecamatan yakni Sigibiromaru dan Tanambulava.***3***
(T.BK03/)
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar