
ITB Bakal Buka Subkampus Di Palu

Ini pendidikan program diploma, bukan kursus.
Palu, (antarasulteng.com) - Sekolah Menegah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Palu mendapat tawaran kerja sama dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk membuka subkampus program Diploma I guna mencetak tenaga-tenaga terampil berkualifikasi ahli pratama yang siap masuk lapangan kerja.
Kepala SMKN 3 Palu Drs Triono, MPd di Palu, Selasa mengemukakan pihaknya sudah bertemu dengan pejabat Rektorat ITB di Bandung belum lama ini dan telah mencapai beberapa kesepakatan yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang diharapkan segera ditandatangani.
Bentuk kerja sama tersebut adalah ITB akan membuka subkampus di SMKN3 Palu untuk pendidikan Diploma I Teknologi Informatika jurusan Teknologi Komputer Jaringan.
"Ini pendidikan program diploma, bukan kursus. Jadi, lulusanya nanti selain siap bekerja dengan kualifikasi ahli pratama, mereka juga bisa melanjutkan ke program D-2 atau D-3 di perguruan tinggi lain sementara D-4 bisa kembali ke ITB lagi," ujar Triono.
ITB akan menjadi penanggung jawab pelaksana kurikulum berbasis pendidikan vokasi berkelanjutan (PVB) yang sebagian praktik belajarnya menggunakan sistem belajar jarak jauh. Sementara SMKN 3 akan menyiapkan sarana belajar seperti sebuah ruangan dan fasilitas belajar jarak jauh.
SMKN 3, kata Triono, siap untuk memenuhi permintaan ITB tersebut, karena sekolah teknik kejuruan terkemuka di Sulawesi Tengah itu sudah memiliki sarana dan prasarana untuk mendukung kerja sama tersebut. Bahkan pihaknya juga memiliki beberapa tenaga pengajar lulusan program S2 dari ITB.
Dalam tahap pertama, subkampus ITB di SMKN 3 Palu ini akan menerima mahasiswa untuk satu kelas yakni sekitar 35 orang. Calon mahasiswanya tidak terbatas pada lulusan SMKN3 saja tetapi juga dari SMK bahkan SMU lainnya.
"Kalau tidak ada aral melintang, program ini diharapkan akan dimulai pada awal tahun akademik 2013/2014," kata Triono.
Pada satu bulan pertama, katanya, para mahasiswa akan kuliah di ITB Bandung untuk pembentukkan karakter dan pengenalan kampus, lalu kembali ke Palu untuk belajar selama 10 bulan, lalu satu bulan terakhir kembali lagi ke kampus ITB di bandung untuk ujian akhir dan wisuda.
Menurut Triono, kerja sama ini sangat dibutuhkan karena Sulawesi Tengah kini memerlukan tenaga-tenaga trampil berkualifikasi pratama untuk menjawab kebutuhan pasar kerja yang semakin terbuka.
"Kalau hal ini kita tidak antisipasi dari sekarang, maka tenaga-tenaga serpeti itu akan didatangkan dari luar daerah," ujarnya.
Triono mengemukakan bahwa rencana kerja sama ini telah dilaporkan kepada Wakil Wali Kota Palu Mulhanan Tombolotutu dan telah memerintahkan agar segera ditindaklanjuti dan direalisasikan.
Sebenarnya, kata Triono, naskah MoU ITB-SMKN3 sudah saya pegang, tinggal menunggu waktu untuk ditandatangani di depan Wali Kota Palu, Kepala Dinas Dikbud Kota Palu dan Kadis Dikbud Provinsi Sulteng. (SKD)
Pewarta : Rolex Malaha
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
