IBI Sulteng harapakan Puskesmas agar mampu cegah kanker serviks-payudara

id IBI sulteng, kanker serviks, kanker payudara

IBI Sulteng harapakan Puskesmas agar mampu cegah kanker serviks-payudara

Wakil Bupati Parigi Moutong Badrun Nggai saat menyampaikan arahannya di kegiatan lokakarya kesehatan bertajuk penanganan kanker serviks dan peningkatan pelayanan prima bagi tenaga kesehatan menuju Parigi Moutong sehat, di Parigi, Selasa (Foto : ANTARA/HO-Humas Pemkab Parigi Moutong).

Masalah yang ditemukan dalam penanggulangan kedua kanker ini karena masih rendahnya angka cakupan tes deteksi dini yang disebabkan kurangnya pengetahuan dan kesadaran dari setiap perempuan dalam memperdayakan kesehatan diri
Parigi (ANTARA) - Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sulawesi Tengah mengharapkan agar Puskesmas mampu melakukan upaya pencegahan terhadap penyakit kanker serviks dan kanker payudara melalui pencegahan primer maupun sekunder.

"Masalah yang ditemukan dalam penanggulangan kedua kanker ini karena masih rendahnya angka cakupan tes deteksi dini yang disebabkan kurangnya pengetahuan dan kesadaran dari setiap perempuan dalam memperdayakan kesehatan diri," ungkap Hasnawati salah seorang pengurus IBI Sulawesi Tengah saat menghadiri lokakarya bertajuk kesehatan di Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa.

Dia menjelaskan kanker serviks dan kanker payudara adalah dua jenis kanker berbeda yang paling banyak di temukan pada perempuan indonesia yang berusia 25 tahun keatas akibat dipicu adanya sel-sel yang tidak normal dan pengaruh faktor-faktor lain.

Penyebab kanker serviks atau mulut rahim belum bisa dipastikan, tetapi penyakit itu erat hubungannya dengan infeksi "human papillomavirus" (HPV) dan sejumlah faktor pemicu lainnya.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kanker mulut rahim merupaan kanker yang paling sering menyerang perempuan.

Dia menilai, meningkatnya penderita kanker tersebut karena kurangnya program penapisan yang efektif dengan tujuan mendeteksi keadaan sebelum kanker maupun kanker pada stadium dini, termaksud pengobatan secara intens dan pola hidup sehat.

"Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa/kelurahan perlu mengambil peran dalam upaya pencegahan melalui program-program kesehatan di internal masing-masing," jelasnya.

Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong, Badrun Nggai menerangkan, penderita kanker serviks perlu mendapat pertolongan dan pelayanan kesehatan yang prima baik di rumah sakit maupun layanan kesehatan lainnya, bukan justru dikucilkan walaupun sampai saat ini penyebab pasti penyakit mulut rahim belum diketahui.

"Namun perubahan perilaku yang jauh dari hidup sehat merupakan salah satu faktor yang berpotensi menimbulkan resiko kanker," ungkap Badrun.

Menurut Wabup, pencegahan dini sudah semestinya harus dilakukan dengan melibatkan unsur layanan kesehatan, kader-kader termasuk pemangku kepentingan, mengingat wilayah Parigi Moutong cukup luas dan merupakan salah satu daerah penduduk terbanyak di Sulawesi Tengah.

"Kanker serviks dan kanker payudara merupakan penyakit mematikan jika penanganannya tidak dilakukan dengan serius. Puskesmas sebagai ujung tombak layanan kesehatan sudah seharusnya mengambi peran melakukan langkah-langkah pencegahan," jelas Badrun.
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar