TNLL tanam 5.000 pohon di areal PETI Dongi Dongi

id tnll, pohon

TNLL tanam 5.000 pohon di areal PETI Dongi Dongi

Eks areal penambangan emas tanpa izin (PETI) Dongi-Dongi, Sulawesi Tengah. ANTARA/Anas Masa)

Palu (ANTARA) - Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu di Sulawesi Tengah, bersama masyarakat setempat kini sudah menanam sebanyak 5.000 pohon di areal eks Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Dongi-Dongi untuk menghijaukan kembali kawasan konservasi itu.

Kepala Balai Besar TNLL, Jusman di Palu, Kamis, membenarkan program tersebut sangat direspons oleh masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan konservasi Dongi-Dongi.

Sebelumnya pada 2016, sekitar 15 hektare lahan konservasi yang berada di cagar biosfer yang ditetapkan Unesco pada 1977 itu sempat diserbu para penambang emas ilegal yang datang dari berbagai penjuru di Tanah Air. Kemudian, pihak TNLL bersama Pemprov Sulteng, Pemkab Sigi dan Pemkab Poso dibantu aparat dari TNI/Polri menutup lokasi tambang emas ilegal dari berbagai aktivitas.



Namun, dalam beberapa waktu terakhir ini, kata Jusman eks PETI yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari badan jalan poros Palu-Napu tersebut kembali dimasuki oleh para penambang. Entah bagaimana hal itu bisa terjadi, sehingga pihak TNLL harus berupaya keras lagi untuk membersihkan kawasan konservasi dari berbagai gangguan, termasuk penambang.

"Kami telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengamankan kembali lokasi PETI yang berada di wilayah pemerintahan Kabupaten Poso," kata Jusman.
Padahal, areal seluas 15 hektare itu sudah ditanami berbagai jenis pohon, termasuk tanaman-tanaman produktif.



Untuk mengamankan kawasan itu, pihak TNLL bekerja sama dengan beberapa kelompok partisipasi yang ada di wilayah Dongi-Dongi kembali akan menanam berbagai jenis pohon di eks lokasi PETI.

Selain menanam pohon sebagai upaya menghijaukan kembali kawasan konservasi tersebut, juga akan meningkatkan kembali pengawasan dan penjagaan di pintu masuk maupun dalam lokasi agar masyarakat tidak lagi melakukan aktivitas menambang emas. Masyarakat bersama dengan tokoh adat setempat telah bersepakat untuk mengamankan kawasan itu dari gangguan penambang.Ia mengatakan dalam waktu dekat akan dilakukan penanaman pohon di lokasi.



Pihaknya juga, kata Jusman akan memberdayakan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan dengan memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan yang disesuaikan dengan kondisi wilayah yang ada di sekitar kawasan.

Program pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan, lanjut dia, sudah dilakukan beberapa tahun terakhir ini di seluruh desa yang ada di sekitar cagar biosfer Lore-Lindu.

Pemberdayaan merupakan salah satu upaya untuk bisa mengendalikan dan mengamankan kawasan konservasi dari berbagai jenis gangguan yang dapat merusak hutan dan alam yang ada di dalam maupun luar kawasan konservasi.
 
Pewarta :
Editor : Anas Masa
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar