Polisi dalami pelaku pembuang bayi dekat Polda Sulteng

id Polisi, dalami, bayi

Polisi dalami pelaku pembuang bayi dekat Polda Sulteng

Terlihat personel polisi di tempat penemuan bayi yang diduga dibuang dekat kantor Mapolda Sulawesi Tengah yang baru, di jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Rabu (29/1/2020). (ANTARA/HO-Kiriman Kapolsek).

Saksi yang hendak masuk dari jalan samping Polda baru menuju ke lokasi tanahnya di belakang, kemudian saat posisi mau ambil haluan untuk pendakian sepeda motor, tiba-tiba melihat sesosok bayi tergeletak di tanah samping Polda baru
Palu (ANTARA) - Kepolisian Resor Palu, dalami pelaku yang tega membuang bayi, di dekat kantor Polda Sulawesi Tengah di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Rabu.

"Saat ditemukan sudah meninggal, dan saat ini masih diotopsi di RSU Bhayangkara. Sedang kita selidiki," kata Kapolres Palu AKBP Moch Sholeh, melalui Kapolsek Palu Timur, AKP Laata yang dikonfirmasi di Palu, Rabu.

Dia mengatakan, bayi yang diketahui berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan pertama kali oleh lelaki atau saksi inisial IM, yang hendak menuju tanahnya di belakang Mapolda Sulteng yang baru sekitar pukul 13.40 Wita. 

"Saksi yang hendak masuk dari jalan samping Polda baru menuju ke lokasi tanahnya di belakang, kemudian saat posisi mau ambil haluan untuk pendakian sepeda motor, tiba-tiba melihat sesosok bayi tergeletak di tanah samping Polda baru," jelasnya.

Baca juga: Polda Sulteng kebut penanganan tambang ilegal

Kemudian, kata Laata, saksi langsung melapor ke anggota polisi di Polda, dan saksi bersama anggota polisi tersebut kembali melihat bayi itu.

Ia mengatakan, selanjutnya saksi bersama anggota polisi tersebut melapor ke pos depan Mako Polda baru.

"Mendapat info anggota piket Mako Polsek Palu Timur bersama unit intel melakukan pengamanan dan pulbaket atas penemuan bayi tersebut. Bayi tersebut diperkirakan baru lahir, karena saat ditemukan masih dengan tali pusar," katanya.***
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar