Kemendes gandeng 26 mitra bangun daya saing masyarakat desa

id KEMENDES PDTT,Dr yusra

Kemendes gandeng 26 mitra  bangun daya saing masyarakat desa

Direktur PSDM Kemendes PDTT Dr Yusra (tengah) saat meninjau salah satu sekolah di daerah tertinggal. (ANTARA/HO/Istimewa)

Labuan Bajo, NTT (ANTARA) - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggandeng 26 mitra yang merupakan perusahaan swasta dan perguruan tinggi negeri dalam rangka membangun daya saing masyarakat desa.

"Dalam pembangunan sumber daya manusia untuk menciptakan daya saing masyarakat desa, Kemendes PDTT melalui Direktorat Pengembangan Sumber Daya Manusia melibatkan pihak swasta dan negeri untuk bersama-sama membina dan mengembangkan SDM yang unggul di desa," ucap Dr Yusra, Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) pada Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDTT di Labuan Bajo, NTT, Rabu.

Pelibatan para pihak/mitra kerja swasta dan negeri seperti perguruan tinggi seperti ini telah berlangsung sejak 2015 hingga saat ini.

Dr Yusra, pria asal Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah ini menerangkan bahwa mitra kerja sama ini akan mengintervensi langsung lima bidang meliputi pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, keterampilan, inovasi dan teknlogi.

Mantan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Palu itu menguraikan, bidang pendidikan Direktorat PSDM melibatkan sembilan mitra kerja sama meliputi Perusahaan Astra Internasional lewat dana CSR dalam bentuk program pemberian bantuan 1.000 sepatu sekolah, 1.000 tas sekolah, 1.000 kacamata baca bagi siswa di lima kabupaten daerah tertinggal.

Kemudian, Yayasan Surya Institute dalam bentuk program peningkatan kapasitas 17 siswa dan guru di Kabupaten Sampang. Zenius Education dalam bentuk program workshop literasi digital di Kabupaten Sambas.

Selanjutnya, Universitas Terbuka dalam bentuk program bantuan 1.000 sepatu sekolah, 1.000 tas sekolah, 1.000 kacamata baca bagi siswa di lima kabupaten daerah tertinggal.

Berikutnya Quipper dan Halo Hola di antaranya dalam bentuk peningkatan 30 tenaga pendidik di Kabupaten Halmahera Barat.

Kemudian The Colacola Foundation dan Bill And Melinda Gates Foundation dalam bentuk kegiatan pembinaan untuk pengelola 92 perpustakaan desa di 92 desa daerah tertinggal. PT Republika dalam bentuk kegiatan wakaf 500 buku untuk perpustakaan di lima kabupaten daerah tertinggal.

Di bidang kesehatan, Direktorat PSDM melibatkan para mitra kerja sama meliputi Indofood CBP, Danone Indonesia, Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI), termasuk Fakultas Kedoteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadja Mada.



Bidang tenaga kerja, Direktorat PSDM melibatkan delapan mitra kerjasama terdiri dari Rumah Kemasan, Timurasa, Sisternet XL, Blanja.com, Universitas Negeri Malang, Code Margonda, Intermoda dan Jahitin.com.

Di bidang keterampilan terdapat enam mitra kerja sama Direktorat PSDM yaitu Sisternet XL, Blanja.com, Nusa Berdaya, Bukalapak, Universitas Negeri Malang, Shopee. Pada bidang inovasi dan teknologi, Direktorat PSDM menggandeng XL Axiata, Sisternet, Shopee, Jahitin.Com, dan Gedhe Foundation.

Yusra menambahkan ada beberapa tantangan dan masalah yang dihadapi Direktorat PSDM Kemendes PDTT yang harus diselesaikan misalnya mengenai kompetensi tenaga pendidik dan siswa di daerah tertinggal, masih jauh dari standar nasional pendidikan.

Selain itu, komposisi penyebaran guru dan siswa di daerah tertinggal tidak merata, serta ketersediaan sarana prasarasana dan aksesbilitas penunjang pendidikan belum memenuhi standar pelayanan mininum.

"Di bidang kesehatan, tenaga kerja, keterampilan, dan bidang inovasi dan teknologi juga memiliki tantangan yang beragam. Tantangan dan masalah yang ada di daerah tertinggal utamanya menyangkut SDM harus diatasi segera, lewat program dan terobosan termasuk melibatkan para mitra kerja untuk bangun daya saing masyarakat desa," tambahnya.


 
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar