Pemkab Parigi Moutong dorong masyarakat gemar makan ikan cegah "stunting"

id Perikanan parimo, Stunting, gemar makan ikan,Parigi Moutong,makan ikan

Pemkab Parigi Moutong dorong masyarakat gemar makan ikan cegah "stunting"

Kepala Perikanan Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng Efendi Batjo. (FOTO ANTARA/Moh Ridwan)

Parigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mendorong masyarakatnya agar gemar makan ikan sebagai upaya mencegah "stunting" (anak kerdil)..

"Gemar makan ikan ditujukan kepada seluruh masyarakat, tetapi sasarannya adalah penanganan pencegahan 'stunting' ada balita dan ibu hamil," kata Kepala Dinas Perikanan Parigi Moutong Efendi Batjo, di Parigi, Jumat.

Ia mengatakan pencegahan penyakit gizi kronis terhadap balita di Parigi Moutong merupakan salah satu program prioritas pemerintah setempat.

Dalam upaya pencegahan itu pemerintah melibatkan sejumlah instansi teknis termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Hortikultura dan Perkebunan serta Dinas Perikanan.

Dia menjelaskan, guna memenuhi kebutuhan gizi anak dan ibu hamil maka masyarakat di sarankan perbanyak mengonsumsi ikan sebagai makanan tambahan dalam bentuk makanan olahan.

"Ikan memiliki nilai protein tinggi dibanding daging, di samping itu harganya relatif murah," katanya.

Menurut dia, sektor perikanan Parigi Moutong sangat potensial untuk mendukung pencegahan meningkatnya kasus kekurangan gizi berlebihan terhadap balita, olehnya pemerintah setempat dengan berbagai upaya membangun program menurunkan angka "stunting".

Pada rangkaian pencegahan kekerdilan balita, Dinas Perikanan Parigi Moutong memperbanyak langkah sosialisasi gemar makan ikan baik air asin maupun air tawar khususnya terhadap 10 desa yang dianggap rentan, termasuk memberikan pelatihan kepada masyarakat cara mengolah ikan menjadi makanan olahan.

"Menu ikan tidak hanya di sajikan dalam bentuk ikan bakar atau ikan goreng, tetapi kami lebih mendorong masyarakat berinovasi sehingga bisa disajikan dalam bentuk makanan olahan bervariasi agar anak dan balita tertarik mengonsumsinya," jela kata Efendi yang juga mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Parigi Moutong.

Sebelumnya, Wakil Bupati Parigi Moutong Badrun Nggai mengatakan presentase penurunan angka kekerdilan Parigi Moutong berada di angka 34,4 persen, olehnya penanganan kasus "stunting" perlu melibatkan berbagai pihak.

Terjadinya kasus kekerdilan terhadap bayi yang berakibat pada kekurangan gizi berlebihan dipicu beberapa faktor, salah satunya asupan nutrisi bayi yang tidak memadai khusunya pada 1.000 hari pertama kehidupan.

"Upaya pencegahan sudah harus dilakukan sejak dini, mulai dari memantau kondisi kehamilan ibu hingga kelahiran bayi. Upaya lain adalah, pemberian ASI eksklusif sangat bermanfaat tehadap tumbuh kembang bayi," demikian Badrun Nggai.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar