Transaksi pasar modal di Sulteng Januari 2020 capai Rp120 miliar

id BEI, investor, sulteng,modal

Transaksi pasar modal di Sulteng Januari 2020 capai Rp120 miliar

Ilustrasi. Wartawan mengambil gambar layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (6/9/2019). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww.

Palu (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai transaksi pasar modal di Provinsi Sulawesi Tengah mencapai Rp120 miliar pada Januari 2020 .

Kepala Perwakilan BEI Sulteng Dendi Faisal Amin, di Palu, Selasa, mengatakan nilai transaksi pasar modal mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan transaksi rata-rata per bulan pada 2019 sekitar Rp110 miliar.

"Meski begitu transaksi di Sulteng masih sangat jauh dibanding nasional yang mencapai Rp8 triliun per hari," ungkap Dendi.

Ia mengatakan transaksi pasar modal di tingkat nasional justru sedikit mengalami penurunan, dibandingkan tahun lalu rata-rata Rp8 triliun menjadi Rp6,3 triliun, karena adanya kekhawatiran pelaku pasar atas penyebaran virus corona.

Meski demikian, kekhawatiran itu tidak berpengaruh di tingkat domestik, karena nilai transaksi pasar modal di Sulteng meningkat Rp10 miliar yang memperlihatkan adanya kemajuan di lantai bursa.

Dari catatan BEI, nilai transaksi tertinggi berada di Kabupaten Toli-Toli yang mencapai Rp59 miliar pada Januari 2020 dan disusul Kota Palu dengan rata-rata transaksi Rp37 miliar.

"Tahun lalu Toli-Toli masih menduduki posisi atas pada transaksi pasar modal dan di awal 2020 kabupaten itu masih mendominasi," katanya.

BEI sebagai sarana atau pasar yang berhubungan dengan pembelanjaan dan penjualan saham yang tersistem berupaya meningkatkan nilai transaksi investasi di pasar modal.

Salah satu cara untuk memudahkan masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal adalah dengan menciptakan inovasi modal Rp100.000 bagi para investor pemula.

Menurut dia, terjadi peningkatan nilai transaksi yang dipengaruhi hadirnya dua galeri investasi pasar modal kerja sama antara BEI bersama perusahaan Sekuritas dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu.

"Saat ini sekitar 3.101 investor yang ikut berinvestasi di pasar saham Sulteng. Dari 3.101 investor terdapat sekitar 33 persen di dominasi kalangan milenial antara usia 18 hingga 25 tahun," tutur Dendy.

Pada 2020, BEI menargetkan pertumbuhan investor di lantai pasar saham Sulteng sekitar 1.500 investor dan membuka galeri investasi bursa di sejumlah instansi pemerintah.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar