Pemkot Palu relokasi penyintas bencana ke huntap Tondo pada April 2020

id huntap,relokasi, pemkot palu

Pemkot Palu relokasi penyintas bencana  ke huntap Tondo pada April 2020

Konidisi pembangunan hunian tetap korban gempa, tsunami dan likuefaksi di Kelurahan Tondo yang dibangun oleh Buddha Tzu Chi, Senin (13/1/2020). ANTARA/Muhammad Hajiji/am.

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, memastikan relokasi para penyintas bencana gempa, tsunami dan likuefaksi ke hunian tetap (huntap) yang disediakan Yayasan Buddha Thu Chi di Kelurahan Tondo, akan dimulai tanggal 21 April 2020.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu Singgih B Prasetyo di Palu, Kamis, mengatakan relokasi korban bencana ke huntap Tondo karena sarana dan prasarana pendukung sudah tersedia.

"Sarana air bersih, listrik dan kebutuhan dasar lainnya sudah siap khsusunya pada blok yang direkomendasikan untuk dihuni tahap pertama berdasarkan hasil laporan instansi-instansi yang bertanggung jawab terhadap pembangunan infrastruktur di lokasi itu seperti dipaparkan dalam pertemuan rehab-rekon pascabencana," ujar Singgih.

Relokasi tahap pertama sekitar 577 keluarga berdasarkan hasil undian yang dilakukan Buddha Tzu Chi beberapa waktu lalu sebagai pihak penyedia hunian.
Bahkan Buddha Tzu Chi berencana akan melakukan undian huntap tahap dua yang berkasnya telah diverifikasi dan validasi sebagaimana telah dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

"Pengundian tahap dua sekitar 500 hunian dan nama-nama penyintas yang akan diundi sudah siap berdasarkan berdasarkan data hasil validasi," ujarnya.

Dia menambahkan, huntap disediakan Yayasan Buddha Tzu Chi untuk penyintas di Kota Palu sebanyak 1.500 unit dan proses relokasi dilakukan secara bertahap.

Selain relokasi, saat ini Pemkot Palu melalui BPBD sedang menyalurkan dana stimulan tahap dua untuk rumah rusak berat, sedang dan ringan, yang ditargetkan dalam sepekan bisa mencapai 1.000 rumah. Memasuki pertengahan Februari, sekitar 598 kepala keluarga sudah membuka rekening bank dan selanjutnya nama-nama mereka diajukan ke Badan Pengelolaan Keuangan untuk proses pencairan dananya.

Rumah rusak berat akan mendapatkan Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta dan rusak ringan Rp10 juta.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Palu Zulkifli meminta warga di kota itu mendukung percepatan pembangunan huntap maupun penyaluran dana stimulan agar sebelum Ramadhan, warga penyintas biasa menempati tempat tinggal baru mereka.

"Pemerintah dan pihak lain termasuk masyarakat perlu kerja sama mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang sedang berlangsung," ucap Zulkifli.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar