BI dorong harga tanah di Banggai turun agar iklim investasi terjaga

id Pasigala ,Sulteng ,Palu,Sandi ,BI

BI  dorong harga tanah di Banggai turun agar iklim investasi terjaga

Teluk Lalong terlihat dari ketinggian di daerah Keles, Luwuk, Banggai, Sulawesi Tengah, Senin (31/10). Teluk Lalong merupakan teluk yang terdapat di tengah perkotaan dan memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal untuk melihat suasana Kota Luwuk. ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar/kye/16.

Palu (ANTARA) - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tengah, Abdul Majid Ikram mendorong agar harga aset tanah di Kabupaten Banggai turun agar iklim investasi di daerah itu tetap terjaga dan stabil.

Ia menyatakan jika harga tanah di Kabupaten Banggai terus naik dipastikan akan menganggu iklim investasi di daerah tersebut.

Sehingga, berdampak negatif terhadap peningkatan pendapatan daerah dan perekonomian masyarakat di sana.

"Karena ini cukup berbahaya terhadap perekonomian di Banggai dalam jangka waktu panjang. Kalau harga tanah di sana masih tinggi maka akan berdampak negatif terhadap iklim investasi,"katanya di Palu, Jumat.

Orang, terutama calon investor, lanjutnya, akan berfikir dua kali untuk berinvestasi terutama investasi bangunan atau properti di wilayah Banggai jika Pemerintah Kabupaten Banggai tidak segera mengatasi persoalan tersebut.

"Makanya saya wanti-wanti bupati dan sekkab (sekretaris kabupaten) Banggai agar harga harga tanah diturunkan,"ujarnya.

Caranya, sambungnya dengan menurunkan nilai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Ia yakin dengan cara itu iklim investasi di Banggai tetap terjaga bahkan meningkat, mengingat Banggai merupakan salah satu daerah di Sulteng dengan tingkat perekonomian yang terus tumbuh.

Apalagi didongkrak dengan keberadaan PT. Donggi Sennoro LNG yang merupakan salah satu perusahaan penghasil gas alam cair terbesar di Indonesia di daerah tersebut.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar