Pemkab Parigi Moutong berharap nelayan berpikir lebih maju

id Perikanan parigi moutong, nelayan, parigi moutong

Pemkab Parigi Moutong  berharap nelayan berpikir lebih maju

DOK, Sejumlah perahu milik nelayan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong saat sandar di tepi pantai usai melaut, Kamis (29/11/2019). Setiap hasil tangkapan nelayan ini dijual kepada pedagang pengepul. (ANTARA/Moh Ridwan).

Parigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, berharap nelayan berpikir lebih maju dalam kegiatan penangkapan sehingga produksi ikan bisa lebih banyak. 

"Daerah ini sudah 17 tahun mekar, sudah seharusnya kita berbicara makro, kalau kemudian hanya berbicara perahu-katinting maka akan sulit nelayan sejahtera," kata Kepala Dinas Perikanan Parigi Moutong Efendi Badjo di Parigi, Minggu.

Menurut Efendi, nelayan sudah harus merubah paradigma berpikir dari mikro ke makro yang tidak hanya sekedar mengharapkan bantuan katinting sebagai alat pendukung aktivitas melaut, tetapi perlu merancang strategi kegiatan tangkap agar hasilnya lebih maksimal.

Dia menjelaskan pemerintah sebagai mitra nelayan selalu mendukung kegiatan mereka lakukan, dukungan itu diimplementasikan dalam bentuk batuan sarana dan pra saranan hingga jaminan sosial bagi nelayan.

"Pemerintah punya program khusus nelayan baik pemberian bantuan peralatan hingga bentuk pemberdayaan sehingga mereka tidak hanya bertumpu pada kegiatan tangkap melainkan bagaimana mengembangkan usaha perikanan agar penghasilan bertambah," ujar Efendi.

Dia menyebutkan saat ini Parigi Moutong memiliki 9.000 lebih nelayan yang tersebar di 23 kecamatan dan hampir semua dari mereka telah miliki nomor induk nelayan sebagai pemegang kartu nelayan.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengubah kartu itu karena dinilai nelayan bukan hanya mereka yang beraktivitas melaut melainkan kegiatan budi daya perikanan juga termasuk nelayan sehingga pemerintah mengambil kebijakan mengganti dengan Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka).

Mereka yang berhak memiliki kartu Kusuka selain nelayan yakni pembudidaya ikan, petambak garam, pemasaran ikan hingga pengolahan ikan serta pengusaha jasa pengiriman hasil perikanan.

"Nelayan sudah mendapat sejumlah fasilitas mestinya ini di manfaatkan untuk mengembangkan hasil produksi agar perekonomian mereka meningkat dan lebih baik dari sebelumnya," katanya.

 
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar